kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Hadapi semester II-2019, WEHA fokus pada aplikasi penyewaan online


Minggu, 11 Agustus 2019 / 23:02 WIB

Hadapi semester II-2019, WEHA fokus pada aplikasi penyewaan online
ILUSTRASI. Bus pariwisata White Horse milik PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten transportasi darat, PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) mengakui sepanjang semester I 2019, keuntungan atau laba dari penjualan mobil turun sebesar Rp 2,8 miliar karena tidak banyak melakukan peremajaan unit kendaraan.

"Tahun lalu, ada beberapa peremajaan karena sudah banyak yang ganti baru, tahun ini tidak. Kami tidak begitu banyak melakukan peremajaan karena mobil yang sudah tidak produktif. Tinggal beberapa mobil saja yang kita kita jual makanya keuntungan penjualan mobil turun 2,8 miliaran," jelas Direktur Keuangan WEHA, Edgar Surjadi kepada Kontan.co.id, Jumat (9/8).

Baca Juga: Targetkan pendapatan tumbuh dua digit, simak strategi White Horse (WEHA)

Menilik laporan keuangan WEHA, laba perusahaan menurun 23,57% di nilai Rp 4,41 miliar dari Rp 5,77 miliar dari semester I tahun lalu.

Sedangkan pendapatan perseroan meningkat 10,19% di angka Rp 83,48 miliar dari Rp 75,76 miliar pada periode tahun lalu.

Lebih lanjut, untuk menghadapi semester II, WEHA masih akan fokus mengedepankan aplikasi online yaitu, Aplikasi White Horse Online Booking. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat menyewa mobil atau bus pariwisata di kota tertentu.

Baca Juga: Fokus peremajaan armada, White Horse (WEHA) tak bagi dividen dari tahun buku 2018

"Minat pelanggan pada aplikasi itu bagus dan dari sisi omzetnya cukup baik. Bisnis pun akhirnya berkembang dan akan naik terus," lanjut Edgar.

Ke depannya, pihak WEHA juga akan mengembangkan jasa intercity shuttel untuk pelanggan. Namun saat ini, pihaknya masih terus menggodok proyek tersebut.

WEHA sendiri juga berencana menambah capex pada kuartal III mendatang untuk mendukung pengembangan proyek intercity shuttel. Dirinya menyebut, penambahan nilai capex tidak banyak karena jumlah armada yang akan diluncurkan pun berjumlah kurang dari 10 armada.

Baca Juga: Simak rekomendasi bagi saham ASSA, BIRD, WEHA dan LRNA

Edgar melanjutkan, pihaknya juga akan mengevaluasi kinerja dan pendapatan yang dihasilkan dari proyek jasa intercity shuttle, sebab di tengah persaingan bisnis saat ini, WEHA juga menerapkan efisiensi.

"Harus pintar-pintar mengatur strategi dan mengevaluasi kinerja, supaya bisnis terus bisa bertumbuh," tutup Edgar.


Reporter: Amalia Fitri
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×