Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri makanan dan minuman (mamin) menghadapi tekanan ganda dari kenaikan biaya produksi dan daya beli konsumen yang belum memungkinkan produsen menaikkan harga secara leluasa.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, bahan baku menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri saat ini.
Baca Juga: Konser YE Diperkirakan Berpotensi Mendorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
"Yang paling utama bahan baku. Ini bahan baku kan menghadapi global supply chain yang luar biasa. Terus nilai tukar naik. Dan kita kan masih banyak import ya. Jadi ini tantangan terbesar buat kita," kata Adhi ditemui di Jiexpo Kemayoran, Rabu (16/9/2026).
Menurut dia, tekanan tidak hanya berasal dari bahan baku. Kenaikan harga energi dan biaya logistik turut meningkatkan beban produksi industri mamin.
Persoalannya, kenaikan biaya tersebut tidak mudah diteruskan seluruhnya kepada konsumen. Produk makanan dan minuman memiliki sensitivitas harga yang cukup tinggi sehingga kenaikan harga jual harus dilakukan secara terbatas.
"Nah sementara di dalam negeri daya beli kan tidak bisa serta-merta kita menaikkan harga tinggi kan," ujarnya.
Adhi mengatakan, kondisi tersebut membuat industri harus menghadapi kenaikan sejumlah biaya sekaligus. Di sisi lain, ruang untuk menaikkan harga jual tetap terbatas.
"Makanan ini kan price sensitive. Jadi harga bahan baku naik, energi naik, logistik naik. Tapi kalau harga jual tidak bisa naik secara proposional itu menjadi tantangan buat industri," kata dia.
Sebelumnya, Gapmmi mencatat sejumlah perusahaan mamin telah melakukan penyesuaian harga pada pertengahan tahun. Kenaikan harga produk berada di kisaran 3%-7%.
Adhi menilai, tekanan biaya yang terjadi tahun ini cukup berbeda dibandingkan pola normal industri. Biasanya, penyesuaian harga dilakukan menjelang akhir tahun atau pada awal tahun.
Baca Juga: Produksi Gula Thailand Turun, Gapmmi Minta Aturan Pasokan Lebih Fleksibel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














