Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konser YE Live In Jakarta 2026 akan digelar pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama GBK Jakarta dinilai berpotensi memperkuat Jakarta sebagai destinasi music tourism sekaligus mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Ini merupakan konser pertama YE di Indonesia dan bagian dari tur YE 2026.
Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang masuk dalam tur tersebut. Antusiasme penonton juga tinggi dimana dalam 24 jam pertama penjualan tiket, 52,8% pembelian berasal dari penggemar di 73 negara.
Karen Tjahja, Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, mengatakan, Jakarta sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania dalam tur YE 2026 menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia di peta global live entertainment.
Menurutnya, antusiasme penonton mancanegara membuka peluang bagi music tourism sekaligus menggerakkan ekonomi lokal dan melibatkan talenta Indonesia dalam produksi berskala internasional.
Baca Juga: Investasi Pariwisata Tumbuh 16,64% di Semester I, PHRI: Ekspansi Hotel Masih Seret
“Dengan lebih dari 11.000 wisatawan mancanegara diproyeksikan hadir, konser ini berpotensi menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi Indonesia kepada audiens global,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Selain itu, acara ini dapat memberikan dampak positif bagi bisnis lokal, sektor pariwisata, serta tenaga profesional dan talenta Indonesia yang terlibat dalam produksi konser internasional. Konser akan menggunakan Globe Stage, yaitu panggung 360 derajat yang memungkinkan penonton dari berbagai area mendapatkan pengalaman yang berbeda.
Dari sisi industri, sekitar 4.600 tenaga kerja diproyeksikan terlibat dalam penyelenggaraan konser, mulai dari produksi, keamanan, F&B, logistik, ticketing, hingga pemasaran. Keterlibatan ini sekaligus membuka peluang bagi talenta lokal untuk terlibat dalam produksi berskala internasional.
Dewi Gontha dari Raw Vision Collective mengatakan, YE Live In Jakarta 2026 disiapkan dengan standar teknis dan keselamatan internasional. Seluruh aspek produksi, mulai dari panggung, audio, lighting, visual, hingga pengelolaan penonton, dipersiapkan secara terintegrasi untuk memastikan konser berlangsung aman, tertib, dan profesional.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan terhadap konser tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global dan tuan rumah event internasional.
Baca Juga: Kemenpar Bahas Investasi Venue Konser dengan Danantara, Bidik Event Dunia
Pemprov DKI Jakarta juga mendukung promosi konser melalui 200 titik media luar ruang serta mendorong pengunjung mengeksplorasi destinasi budaya Jakarta. “Kehadiran konser berpotensi menggerakkan berbagai sektor ekonomi, termasuk hotel, restoran, transportasi, ritel, dan industri kreatif,” kata Pramono.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga menilai konser internasional dapat menjadi penggerak pariwisata dan ekonomi melalui sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga industri pendukung.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman kelas dunia. “Karena itu, kami akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan agar Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi even internasional yang berkualitas,” ujar Widiyanti.
YE Live In Jakarta 2026 diharapkan turut memperkuat ekosistem live entertainment sekaligus mendorong pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertumbuhan industri lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














