kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Harga CPO turun, Kemdag tetap pungut bea keluar


Jumat, 31 Maret 2017 / 19:25 WIB
Harga CPO turun, Kemdag tetap pungut bea keluar


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) memutuskan tetap mengenakan bea keluar (BK) atau pajak ekspor CPO (crude palm oil) dan turunannya periode April 2017 sebesar US$ 3 per metrik ton (MT).

Kemdag menetapkan harga referensi CPO untuk April di atas batas atas pengenaan BK, yakni sebesar US$ 762,88 per MT, meskipun dalam sebulan terakhir, harga CPO rendah, dan diprediksi terus melemah selama April mendatang. 

Kemdag mencatat harga referensi CPO pada April tahun ini memang turun sebesar US$ 63,02 per MT atau 7,63% dari Maret yang sebesar US$ 825,90 per MT.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, saat ini, harga referensi CPO menurun, tapi tetap masih pada level di atas US$ 750 per MT. "Untuk itu, pemerintah mengenakan BK untuk ekspor CPO sebesar US$ 3 per metrik ton untuk periode April 2017,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/3).

Ia menjelaskan, penetapan BK CPO tersebut sudah tercantum di dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 tahun 2017 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas produk pertanian dan kehutanan yang dikenakan BK.

Sementara itu, Oke bilang, harga referensi biji kakao pada April 2017 kembali turun 6,58% dari US$2.109,86 per MT menjadi US$ 1.971,07 per MT. Hal ini berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang juga turun US$ 133 atau 7,27% dari US$1,830 per metrik ton pada periode Maret menjadi US$ 1,697 per metrik ton pada April 2017.

Penurunan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan turunnya harga internasional. Ini menyebabkan BK biji kakao turun dari 5% menjadi 0%. Hal ini terjadi pertama kali sejak biji kakao dikenakan BK pada April 2010.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×