kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Harga gas dijanjikan turun, pelaku industri ramai-ramai tingkatkan utilisasi


Rabu, 19 Februari 2020 / 18:46 WIB
ILUSTRASI. Pelaku industri tengah menantikan implementasi Perpres Nomor 40/2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi. ANTARA FOTO/Moch Asim/aww.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

“Kalau kebutuhan ini dikalikan dengan harga ini, kalau implementasi ini bisa berjalan, maka akan terjadi penghematan US$ 47 juta - US$ 81 juta per tahun, jadi cukup besar,” kata Rapolo dalam acara yang sama (19/02).

Seiring dengan adanya potensi penghematan ini, Rapolo membidik kenaikan utilisasi dari yang semula berkisar 70%-80% menjadi 90%-95% dari total kapasitas terpasang sebesar 11,3 juta ton per tahun.

Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Keramik Indonesia (Asaki) Eddy Suyanto berujar kebijakan penurunan harga gas industri akan meringankan beban biaya produksi yang selama ini ditanggung oleh pelaku industri keramik. 

Baca Juga: Gandeng KKKS, SKK Migas lakukan standardisasi dan kodifikasi material persediaan

Terlebih, biaya gas dalam struktur biaya produksi gas industri keramik memiliki porsi yang tidak sedikit, yaitu berkisar 30%-35% dari total biaya produksi. 

“Asaki optimis langkah yang diambil pemerintah akan memberikan multiplier effect di mana industri akan secara bertahap meningkatkan tingkat utilisasi dari 65% ke angka 95%,” kata Edy ketika dihubungi oleh Kontan.co.id pada Selasa (18/2).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×