kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga gas elpiji 12 kg naik mulai Maret


Kamis, 28 Februari 2013 / 11:33 WIB
ILUSTRASI. Petugas medis memberikan pengetahuan tentang cara pencegahan penularan dan penyembuhan penyakit TB atau tuberkulosis kepada warga di Surabaya, Senin (6/3). TB merupakan penyakit menular paling mematikan kedua setelah COVID-19. ANTARA/Didik Suhartono.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Pertamina mengklaim telah menelan kerugian hingga Rp 5,1 triliun dari bisnis liquefied petroleum gas (LPG) alias elpiji ukuran 12 kilogram (kg). Kerugian itu terjadi karena Pertamina mengaku telah menjual elpiji di bawah harga pokok pembelian.

"Guna mengurangi tingkat kerugian itu, Pertamina berencana menaikkan harga gas elpiji 12 kg pada Maret 2013," ujar Karen Agustiawan, Kamis (27/2). Meski belum menetapkan tanggalnya, tetapi Pertamina berencana menaikkan harga elpiji menjadi Rp 95.600 per tabung.

Saat ini, Pertamina masih menjual gas elpiji 12 kg tersebut dengan harga Rp 70.200 per tabung. Tahun ini, Pertamina menargetkan bisa menjual sebanyak 1,1 juta metrik ton (MT) gas elpiji atau naik dari penjualan 2012 yang mencapai 911 ribu MT. (Adiatmaputra Fajar Pratama/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×