kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Harga gas industri turun, industri oleochemical bisa berhemat hingga Rp 1,2 triliun


Rabu, 15 April 2020 / 17:23 WIB
ILUSTRASI. Petugas menyiapkan Meter Regulator Station (MRS) untuk penyaluran gas. ANTARA FOTO/Moch Asim/aww.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia sambut harga gas industri yang turun menjadi US$ 6 per MMBTU. Adanya penurunan harga gas ini akan membantu industri oleochemical menghemat pembelian bahan baku gas Rp 0,8 triliun hingga  Rp 1,2 triliun per tahun.  

Sebagai informasi, turunnya harga gas industri tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM No.8 Tahun 2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.

Baca Juga: Harga gas industri turun, pebisnis keramik yakin bisa pukul balik keramik impor

Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemicals Indonesia (APOLIN), Rapolo Hutabarat menyatakan rasa terima kasihnya kepada pemerintah. Katanya upaya yang dilakukan pemerintah adalah bentuk komitmen untuk menjalankan amanah Perpres No. 40 tahun 2016 yang lalu, bahwa harga gas industri adalah U$ 6 per MMBTU.

"Selama ini harga beli gas oleh industri oleochemical Indonesia bervariasi antara US$ 10 per MMBTU - US$ 12 per MMBTU tergantung lokasi dan supplier gasnya," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (15/4). 

Rapolo menjelaskan di industri oleochemical, gas digunakan sebagai bahan baku yang terdiri dari dua kelompok atau lini produksi yaitu lini fatty acid gas dan lini fatty alcohol. Rinciannya fatty acid gas menggunakan gas di kisaran 17% - 22%, sedangkan lini fatty alcohol peranan gas sebagai bahan baku berkisar 30%-35%. "Jadi cukup signifikan," tandasnya. 

Secara keseluruhan, adanya penurunan harga gas ini, lanjut Rapolo, industri oleochemical lndonesia bisa menghemat biaya pembelian bahan baku gas sebesar Rp  0,81 triliun - Rp 1,2 triliun per tahun. 

Baca Juga: Ada virus corona, Pertamina buka opsi pemunduran target digitalisasi SPBU




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×