kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Harga Kemasan Plastik Meningkat, Begini Strategi Mayora Indah (MYOR)


Kamis, 23 April 2026 / 15:31 WIB
Harga Kemasan Plastik Meningkat, Begini Strategi Mayora Indah (MYOR)
ILUSTRASI. Prediksi Kinerja MYOR (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten fast moving consumer goods (FMCG) PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencermati kenaikan harga plastik yang turut mengerek harga kemasan makanan dan minuman.

Seperti diketahui, Mayora Indah memproduksi produk biskuit, kembang gula, wafer, cokelat, kopi, hingga makanan kesehatan dengan sejumlah jenama.

Manajemen MYOR mengatakan, terdapat kenaikan harga bahan kemasan pada beberapa jenis tertentu. Meskipun, manajemen mengaku masih mempelajari lebih lanjut besaran kenaikannya.

Baca Juga: Alokasikan Belanja Modal Prodia (PRDA) Dipangkas Jadi Rp 150 Miliar di 2026

Kendati demikian, kenaikan harga plastik dinilai belum memengaruhi penyesuaian harga jual. Pasalnya, harga beberapa komoditas yang menjadi bahan baku produk MYOR justru sedang dalam tren penurunan.

"Hingga saat ini, kenaikan packaging material masih dapat dikompensasi oleh penurunan harga komoditas utama seperti kopi dan kakao," jelas manajemen MYOR kepada Kontan, Rabu (22/4/2026).

Namun ke depan, perusahaan akan tetap memantau perkembangan harga bahan baku dan penunjang lainnya, termasuk potensi kenaikan akibat fluktuasi harga minyak dunia.

Sebab, di saat yang sama Mayora Indah juga melihat adanya pergerakan harga bahan baku, khususnya kenaikan pada harga minyak sawit (palm oil) dan minyak kelapa (coconut oil).

Manajemen MYOR menambahkan, di tengah ketidakpastian geopolitik yang dapat menekan bisnis, perusahaan masih melirik peluang peningkatan penjualan pada kuartal II-2026. Momentum pasca-Lebaran dinilai menjadi angin segar bagi perusahaan.

"Pengisian kembali (replenishment) stok pasca pembatasan operasional truk (truck ban) pada periode Lebaran, diperkirakan menjadi sentimen yang mendorong kinerja penjualan pada kuartal II-2026," imbuh manajemen MYOR.

Baca Juga: Pluang Tambah Akses Saham Indonesia, Lengkapi Fitur Investasi dalam Satu Aplikasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×