kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Alokasi Belanja Modal Prodia (PRDA) Dipangkas Jadi Rp 150 Miliar di 2026


Kamis, 23 April 2026 / 15:13 WIB
Diperbarui Kamis, 23 April 2026 / 15:49 WIB
Alokasi Belanja Modal Prodia (PRDA) Dipangkas Jadi Rp 150 Miliar di 2026
ILUSTRASI. Prodia Widyahusada (PRDA) (Dok/Prodia (PRDA))


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) di kisaran Rp 150 miliar untuk tahun 2026. Anggaran ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan alokasi tahun-tahun sebelumnya seiring dengan rampungnya sejumlah inisiatif besar perusahaan.

Direktur Prodia Widyahusada, Marina Eka Amalia menjelaskan bahwa penurunan nilai capex ini didorong oleh posisi perusahaan yang kini mulai memasuki fase memetik hasil dari investasi pasca pandemi.

"Nilai itu tentunya memang lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena kami sudah melakukan banyak inisiatif pasca pandemi. Jadi mungkin tahun ini dan tahun-tahun mendatang harapannya kita sudah mulai menikmati dari apa yang sudah kita lakukan selama ini," ujarnya dalam publik ekspose di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga: Biaya Proyek Membengkak, PTPP Evaluasi Dampak BBM dan Rupiah

Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu, PRDA merealisasikan penggunaan capex sebesar Rp 145 miliar dari total target yang dipasang sebesar Rp 165 miliar. Meski angka rencana di 2026 berada di rentang Rp 150 miliar - Rp 200 miliar secara total, manajemen optimistis ekspansi dan pertumbuhan kinerja tetap terjaga.

Selain karena faktor inisiatif yang telah tuntas, efisiensi anggaran juga dilakukan melalui strategi manajemen biaya yang ketat. Marina menyebut perusahaan aktif melakukan renegosiasi dengan mitra untuk menekan pengeluaran. 

"Dalam pelaksanaannya kami tentunya tetap berupaya melakukan negosiasi untuk mendapatkan harga terbaik, tadi misalnya renegosiasi dengan vendor dan sebagainya, untuk menjaga harga tidak mengalami kenaikan dan lain-lain. Dan juga kami melakukan reklasifikasi biaya," terangnya.

Senada, Direktur Utama Prodia Widyahusada, Liana Kuswandi mengonfirmasi bahwa arah kebijakan belanja modal tahun ini memang lebih ramping secara tahunan. Ia juga menekankan, angka rencana tersebut masih berpotensi lebih rendah pada tahap realisasinya nanti berkat proses negosiasi internal.

"Capexnya lebih rendah dari tahun lalu. Dan secara capex rencana biasanya lebih tinggi, karena kalau realisasi akan lebih rendah setelah kita bisa negosiasi," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×