kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.891   21,00   0,12%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Harga minyak diramal sulit menembus US$ 80 per barel


Kamis, 15 Juli 2021 / 04:30 WIB


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah dunia (crude oil) WTI kembali menyentuh level tertingginya di tahun ini di level US$ 75,25 per barel pada Selasa (13/7). Namun, harga minyak ini kembali melemah. Rabu (14/7) hingga pukul 17.00 WIB harga minyak kembali turun ke US$ 74,62 per barel.

Harga minyak dunia yang saat ini masih tinggi, kata Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya, karena dukungan dari langkah OPEC+ yang masih membatasi produksi minyak mentah.

"Selain itu, saat ini karena harapan cadangan minyak mentah Amerika Serikat (AS) masih menyusut," kata Andian Kepada Kontan.co.id, Rabu (14/7).

Baca Juga: Harga minyak tergelincir usai impor minyak mentah China turun di semester I-2021

Menurutnya, masih ada sentimen yang akan mempengaruhi harga minyak ke depannya, sehingga kenaikan harga minyak tidak akan berlangsung lebih lama lagi.

Meningkatnya kasus-kasus Covid-19 di beberapa negara besar, dan gagalnya pembahasan OPEC+ di pekan lalu, akan memicu kekhawatiran naiknya produksi minyak mentah dari negara-negara OPEC+.

Ke depan, Andian melihat, harga minyak juga akan dipengaruhi pulihnya ekonomi global dari pandemi Covid-19. Selain itu, harga minyak juga dipengaruhi kekhawatiran peningkatan produksi.

Ia memperkirakan, harga minyak mentah berpeluang naik untuk menguji di kisaran US$ 79,00 per barel. Namun, Andian menilai, harga minyak sulit untuk menembus level US$ 80,00 per barel. "Kecuali OPEC+ berhasil mencapai pembahasan dan masih menjaga pembatasan produksi," imbuhnya.

Selanjutnya: Harga minyak melemah, Brent ke US$ 76,41 per barel dan WTI di US$ 75,1 per barel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×