kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.872   26,00   0,15%
  • IDX 8.955   18,15   0,20%
  • KOMPAS100 1.235   6,06   0,49%
  • LQ45 871   2,96   0,34%
  • ISSI 326   2,25   0,69%
  • IDX30 442   2,25   0,51%
  • IDXHIDIV20 520   3,18   0,61%
  • IDX80 138   0,77   0,56%
  • IDXV30 145   1,04   0,72%
  • IDXQ30 142   1,06   0,75%

Harga minyak dunia naik, industri dalam negeri gelisah


Selasa, 22 Maret 2011 / 11:10 WIB
Harga minyak dunia naik, industri dalam negeri gelisah
ILUSTRASI. Seorang pria mengambil gambar di dekat jalan dengan pohon sakura yang ditutup untuk menghindari penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19) di Seoul, Korea Selatan, 1 April 2020.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kenaikan harga minyak dunia membuat sejumlah industri dalam negeri ketar-ketir. Achmad Widjaya, Sekretaris Jenderal Forum Industri Pengguna Gas Bumi mengatakan, kenaikan harga minyak dunia membuat pengeluaran industri semakin membengkak.

Menurut Achmad, sebelum harga minyak dunia ini belum setinggi sekarang, biaya transportasi hanya sekitar 8% dari total penjualan. Namun, setelah harga minyak dunia terus merangkak naik, ongkos transportasi juga ikut terkerek sampai 12% dari total penjualan industri.

Lihat saja, harga minyak mentah untuk pengiriman April 2011 naik sebanyak US$ 33 sen menuju US$ 102,66 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:13 waktu Singapura. Kemarin (21/2), minyak mentah naik US$ 1,26 menjadi US$ 102,33 per barel, dan menjadi harga tertinggi sejak 10 Maret 2011.

Industri sekarang ini berada dalam posisi terjepit. "Kami bingung mencari dana tambahan untuk menutupi biaya yang terus meningkat," imbuh Achmad.

Sementara itu, industri telah melakukan berbagai bentuk efisiensi secara maksimal, tapi masih juga belum bisa menutupi biaya akibat kenaikan berbagai bahan baku dan transportasi.

Dalam situasi rumit ini, Achmad meminta supaya pemerintah segera memberikan jalan keluar, supaya industri dalam negeri tidak kewalahan menutupi kekurangan yang muncul akibat harga minyak dunia yang terus meningkat ini. "Kami butuh pemerintah memberikan insentif dan kemudahan bagi industri dalam negeri," terang Achmad.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×