Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga referensi komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan harga patokan ekspor (HPE) biji kakao periode Mei 2026 yang meningkat dari bulan sebelumnya.
Pada Mei 2026, HR CPO untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BLU BPDP), atau dikenal sebagai Pungutan Ekspor (PE) ditetapkan sebesar US$ 1.049,58 per metrik ton (MT). Di level ini, HR CPO naik 6,06% dari US$ 989,63 per MT pada April 2026.
"Pemerintah mengenakan BK CPO sebesar US$ 178 per MT dan PE CPO sebesar 12,5% dari HR CPO periode Mei 2026, yaitu US$ 131,1978 per MT,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana dalam siaran pers, dikutip Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Pertamina Kerek Harga BBM Pertamax Turbo, Dex dan Dexlite, Ini Daftar Terbaru
Tommy mengatakan, penetapan HR CPO diperoleh dari rata-rata harga periode 20 Maret—19 April 2026 pada Bursa CPO Indonesia sebesar US$ 955,79 per MT, Bursa CPO Malaysia sebesar US$ 1.143,37 per MT, dan Harga Port CPO Rotterdam sebesar US$ 1.475,07 per MT.
“HR CPO naik karena ada kenaikan permintaan, sementara produksinya turun akibat libur Idulfitri. Selain itu, naiknya harga minyak mentah yang akibat situasi geopolitik di Timur Tengah turut memicu kenaikan HR CPO,” ungkap Tommy.
Selanjutnya, minyak goreng (Refined, Bleached, and Deodorized/RBD palm olein) dalam kemasan bermerek dan dikemas dengan neto ? 25 kg dikenakan BK sebesar US$ 48 per MT.
Penetapan tersebut tercantum dalam “Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1029 Tahun 2026 tentang Daftar Merek Refined, Bleached, and Deodorized Palm Olein dalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto 25 Kg”.
Selanjutnya, untuk komoditas biji kakao, HR biji kakao Mei 2026 ditetapkan sebesar US$ 3.268,68 per MT, meningkat 2,45% dari periode sebelumnya. Imbasnya, HPE biji kakao pada Mei 2026 naik menjadi US$ 2.963 per MT, naik 2,66% dari periode sebelumnya.
Tommy menyebut, HR dan HPE biji kakao naik karena adanya peningkatan permintaan yang tidak diikuti oleh peningkatan produksi. Selain itu, kekhawatiran kekurangan pasokan turut memicu kenaikan HR dan HPE biji kakao.
Baca Juga: PLN Usung Skema Tender Giga One, Pengusaha Listrik Sambut Proyek PLTS Jumbo 1,22 GW
Di sisi lain, Tommy bilang, HPE komoditas produk pertanian dan kehutanan lainnya untuk periode Mei 2026 tidak berubah dari periode sebelumnya.
“Komoditas lainnya seperti HPE produk kulit, kayu, dan getah pinus periode Mei 2026 masih sama dengan periode April 2026,” imbuh Tommy.
Penetapan HR CPO, HR dan HPE biji kakao, HPE produk kulit, HPE produk kayu, dan HPE getah pinus tercantum dalam “Kepmendag Nomor 1028 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar dan tarif layanan Badan Layanan Umum”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













