kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.743   36,00   0,22%
  • IDX 8.725   77,96   0,90%
  • KOMPAS100 1.201   7,76   0,65%
  • LQ45 849   2,62   0,31%
  • ISSI 314   5,12   1,66%
  • IDX30 437   0,17   0,04%
  • IDXHIDIV20 510   -0,25   -0,05%
  • IDX80 133   0,91   0,68%
  • IDXV30 140   0,61   0,44%
  • IDXQ30 140   -0,01   -0,01%

Di Awal Tahun 2026, Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Kompak Turun


Jumat, 02 Januari 2026 / 09:40 WIB
Di Awal Tahun 2026, Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Kompak Turun
ILUSTRASI. Kelapa sawit (KONTAN/Muradi)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit alias Crude Palm Oil (CPO) sebesar US$ 915,64/metric ton (MT) periode Januari 2026.

Harga referensi CPO turun US$ 10,51 atau 1,13% dari periode Desember 2025 yang tercatat sebesar US$ 926,14/MT.

Adapun harga referensi ini ditetapkan untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BLU BPDP) atau Pungutan Ekspor (PE).

Baca Juga: HKI Ungkap Capaian dan Tantangan Kawasan Industri 2025 serta Peluang pada 2026

“HR CPO Januari 2026 turun dibanding periode Desember 2025 karena ada peningkatan produksi, terutama dari Malaysia, yang tidak diikuti peningkatan permintaan dan penguatan mata uang ringgit terhadap dolar Amerika Serikat (AS),” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana dalam keterangan resmi, Rabu (31/12/2025).

Tommy menjelaskan, penetapan harga referensi CPO diperoleh dari rata-rata harga selama periode 20 November - 19 Desember 2025 pada Bursa CPO di Indonesia yang sebesar US$ 853,13/MT, Bursa CPO di Malaysia sebesar US$ 978,14/MT, dan harga Port CPO Rotterdam sebesar US$ 1.187,25/MT.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 35 Tahun 2025, bila terdapat perbedaan harga rata-rata pada tiga sumber harga sebesar lebih dari US$ 40, maka perhitungan HR CPO menggunakan rata-rata dari dua sumber harga yang menjadi median dan sumber harga terdekat dari median. 

“Dengan demikian, harga referensi ditetapkan berdasarkan Bursa CPO di Malaysia dan Bursa CPO di Indonesia. Berdasarkan perhitungan tersebut, harga referensi CPO ditetapkan sebesar US$ 915,64/MT,” ujar Tommy.

Selain itu, harga referensi biji kakao periode Januari 2026 ditetapkan sebesar US$ 5.662,38/MT, turun sebesar US$ 315,08 atau 5,27% dari bulan sebelumnya.

Hal ini berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Januari 2026 yang menjadi US$ 5.296/MT, turun US$ 308 atau 5,49% dari periode sebelumnya.

Baca Juga: Penjualan 2025 Tak Capai 800.000 Unit, Kemenperin & Gaikindo Dorong Insentif Otomotif

“Penurunan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi oleh peningkatan suplai biji kakao seiring dengan peningkatan produksi di negara produsen utama di wilayah Afrika Barat. Hal itu disebabkan membaiknya cuaca yang tidak diikuti oleh peningkatan permintaan,” tambah Tommy.

Selanjutnya: Won Korsel dan Rupiah Pimpin Pelemahan Jumat (2/1), Mayoritas Mata Uang Asia Tertekan

Menarik Dibaca: Tecno Camon 40 Pro HP RAM 8GB & Usung Layar AMOLED Seluas 6.78 Inci, Ini Detailnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×