kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harga rumah baru tertahan, yang bekas malah naik


Jumat, 11 Desember 2015 / 15:19 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Harga pasaran rumah primer atau rumah baru saat ini sudah terlalu tinggi dan sulit mengalami kenaikan lagi. Hal inilah penyebab perlambatan penjualan.

Di sisi lain, harga rumah second atau rumah yang sudah pernah ditempati, juga ikut merangkak naik. Meski demikian pertumbuhan harga rumah second masih masuk akal.

"Ketika satu lokasi ada rumah primer dan sekunder, kemudian harga rumah primer terlalu tinggi, harga rumah sekunder ini berpotensi naik sebenarnya," ujar CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (11/12).

Ali menambahkan, pertumbuhan harga rumah primer tengah melambat. Koreksi harga bahkan mencapai 3-5%.

Bahkan di beberapa lokasi, harga rumah sudah overvalue, ini terjadi karena pasar primer dan sekundernya memiliki selisih harga 20%.

Ia mencontohkan, rumah primer dipatok Rp 2 miliar sementara rumah sekundernya Rp 1,7 miliar-Rp 1,8 miliar.

Artinya, harga rumah primer ini sudah sulit mengalami kenaikan yang lebih tinggi lagi.

Sementara harga rumah sekunder masih memungkinkan untuk naik, bahkan menyusul harga rumah primer.

"Di Jakarta Utara kebanyakan terkoreksi 3-5%. Paling tinggi indeksnya itu (Jakarta) Timur, 5-7% secara triwulanan dari kuartal ketiga terhadap kuartal empat," jelas Ali.

Selain Jakarta, kata Ali, harga rumah di daerah Alam Sutera, Tangerang, Banten juga sulit naik.

Saat ini, harga lahan di sana sudah mencapai Rp 25 juta per meter persegi. Dengan harga lahan setinggi itu, sulit membangun rumah dengan harga jual Rp 500 jutaan. (Arimbi Ramadhiani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×