kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Harga Semen dan Besi Berpotensi Naik, Begini Dampaknya Bagi Industri Properti


Selasa, 07 April 2026 / 15:32 WIB
Harga Semen dan Besi Berpotensi Naik, Begini Dampaknya Bagi Industri Properti
ILUSTRASI. REI sebut harga properti bisa melonjak akibat biaya material naik. Biaya transportasi material pemicu utamanya. Ketahui dampaknya sebelum membeli. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Real Estat Indonesia (REI) menyebut potensi kenaikan biaya material bangunan imbas perang Timur Tengah dapat mengerek harga properti.

Wakil Ketua Umum REI Bambang Ekajaya mengatakan, dampak tersebut dapat terjadi lantaran biaya material menyumbang porsi yang cukup besar ke harga jual properti secara umum.

"Semua jenis properti akan terdampak. Biaya material bangunan untuk landed house (rumah tapak) bisa mencapai 20%-30% dari harga properti," katanya kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Harga Ayam Hidup Anjlok Usai Lebaran, Peternak Rugi Rp2.000/Kg

Bambang menilai, dampak naiknya harga biaya material akan lebih dirasakan oleh segmen properti high-rise building atau gedung tinggi. Sebab, kontribusinya dapat berkisar 50% hingga 60% terhadap harga jual properti.

Ia menjelaskan, harga biaya material memang sangat sensitif terhadap kenaikan biaya transportasi atau logistik akibat konflik Timur Tengah. Pasalnya, biaya transportasi bisa mencapai 30% dari harga material itu sendiri.

"Sebab, semua material bangunan memiliki tonase yang berat. Misal, semen dengan berat 50 kg per zak, sedangkan besi beton per batang mencapai puluhan hingga ratusan kg," ujar Bambang.

Karena itu juga, REI menilai kebijakan pemerintah untuk tidak menaikkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi sudah tepat. Meskipun begitu, harga beberapa material bangunan, kata Bambang, sudah naik, walau masih terkendali.

Baca Juga: Surveyor Indonesia Mendorong ESG Terukur Lewat Verifikasi Independen

Stabilitas harga BBM dalam negeri saat ini diharapkan dapat terus terjaga karena pengaruhnya cukup besar untuk berbagai industri, tak terkecuali sektor properti.

"Semoga kebijakan menahan harga BBM bisa terus dilakukan. Hanya memang seberapa kuat pemerintah menyerap kenaikan harga minyak dunia," imbuh Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×