kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.478   102,00   0,62%
  • IDX 7.771   -180,81   -2,27%
  • KOMPAS100 1.082   -24,22   -2,19%
  • LQ45 794   -17,88   -2,20%
  • ISSI 263   -5,59   -2,08%
  • IDX30 412   -9,22   -2,19%
  • IDXHIDIV20 479   -9,02   -1,85%
  • IDX80 119   -3,01   -2,46%
  • IDXV30 129   -3,65   -2,76%
  • IDXQ30 133   -2,74   -2,01%

Harga Tak Kunjung Naik, REI Ancam Turunkan Kualitas Rumah Subsidi


Selasa, 13 Desember 2022 / 11:08 WIB
Harga Tak Kunjung Naik, REI Ancam Turunkan Kualitas Rumah Subsidi
Kinerja Subsidi Perumahan: Pembangunan rumah subsidi di Ciampea, Bogor, Senin (12/7). Harga Tak Kunjung Naik, REI Ancam Turunkan Kualitas Rumah Subsidi


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

Merujuk beleid tersebut, berikut besaran harga rumah subsidi berdasarkan wilayahnya:

Rumah Tapak Umum 

  • Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan Sumatra (kecuali Kepri, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai): Rp 150.500.000 
  • Kalimantan (kecuali Kab. Murung Raya dan Mahakam Ulu): Rp 164.500.000 
  • Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai dan Kepri (kecuali kepulauan Anambas): Rp 156.500.000 
  • Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara, Jabodetabek, Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Mahakam Ulu: Rp 168.000.000 
  • Papua dan Papua Barat: Rp 219.000.000 

Baca Juga: Harga Baru Rumah Subsisi Belum Jelas, REI Usulkan Opsi Alternatif

Satuan Rumah Susun Umum (Maksimal Harga Per Unit) 

  • Provinsi Nangroe Aceh Darussalam: Rp 306.000.000 
  • Provinsi Sumatra Utara: Rp 280.800.000 
  • Provinsi Sumatera Barat: Rp 316.800.000 
  • Provinsi Riau: Rp 342.000.000 
  • Provinsi Kepulauan Riau: Rp 360.000.000 
  • Provinsi Jambi: Rp 316.800.000 
  • Provinsi Bengkulu: Rp 288.000.000 
  • Provinsi Sumatra Selatan: Rp 313.200.000 
  • Provinsi Bangka Belitung: Rp 320.400.000 
  • Provinsi Lampung: Rp 288.000.000 
  • Provinsi Banten (kecuali Kota/Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan): Rp 273.600.000 
  • Provinsi Jawa Tengah: Rp 259.200.000 
  • Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta: Rp 262.800.000 
  • Provinsi Jawa Timur: Rp 284.400.000 
  • Provinsi Bali: Rp 298.800.000 
  • Provinsi Nusa Tenggara Barat: Rp 266.400.000 
  • Provinsi Nusa Tenggara Timur: Rp 309.600.000 
  • Provinsi Kalimantan Barat: Rp 349.200.000 
  • Provinsi Kalimantan Tengah: Rp 338.400.000 
  • Provinsi Kalimantan Utara: Rp 352.800.000 
  • Provinsi Kalimantan Timur: Rp 356.400.000 
  • Provinsi Kalimantan Selatan: Rp 324.000.000 
  • Provinsi Sulawesi Utara: Rp 280.800.000 
  • Provinsi Gorontalo: Rp 298.800.000 
  • Provinsi Sulawesi Tengah: Rp 248.400.000 
  • Provinsi Sulawesi Tenggara: Rp 295.200.000 
  • Provinsi Sulawesi Barat: Rp 313.200.000 
  • Provinsi Sulawesi Selatan: Rp 262.800.000 
  • Provinsi Maluku: Rp 273.600.000 
  • Provinsi Maluku Utara: Rp 345.600.000 
  • Provinsi Papua: Rp 565.200.000 
  • Provinsi Papua Barat: Rp 385.200.000 
  • Kota Jakarta Barat: Rp 320.400.000 
  • Kota Jakarta Selatan: Rp 331.200.000 
  • Kota Jakarta Timur: Rp 316.800.000 
  • Kota Jakarta Utara: Rp 345.600.000 
  • Kota Jakarta Pusat: Rp 334.800.000 
  • Kota/Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan: Rp 302.400.000 
  • Kota Depok: Rp 306.000.000.  

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga Rumah Subsidi Tak Kunjung Naik, REI Ancam Turunkan Kualitas"
Penulis : Hilda B Alexander
Editor : Hilda B Alexander

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×