kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Hatta: Daya saing industri nasional sudah tumbuh


Jumat, 30 Agustus 2013 / 16:32 WIB
ILUSTRASI. Mandiri Kopra


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menegaskan, perdagangan bebas (free trade) tak boleh sampai memukul produk industri nasional.

Menurut Hatta, jika produk industri nasional terpukul aturan tersebut, maka tidak ada gunanya pelaksanaan free trade bagi Indonesia.

"Kita punya kepentingan nasional menjaga produk-produk kita," ujar Hatta kepada sejumlah wartawan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (30/8).

Oleh sebab itu, Hatta menegaskan, pemerintah tak ingin hanya sekadar free trade. Namun juga harus dibarengi dengan model seperti CEPA (The Comprehensive Economic Partnership Agreement).

"Dalam model seperti ini tak sekadar perdagangan bebas, tetapi ada kebersamaan dan keseimbangan antar negara," jelas Ketua Umum DPP PAN tersebut.

Hatta juga mengakui, daya saing Indonesia masih rendah. Walau demikian, ia tetap yakin Indonesia masih mempunyai peluang.

"Daya saing kita sudah mulai meningkat. Selain itu, Indonesia adalah negara yang menjadi minat utama investor daripada negara Asia Tenggara lain," kata besan Presiden SBY tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×