kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hatta menyayangkan pengusaha PHK buruh akibat upah


Rabu, 06 November 2013 / 19:41 WIB
ILUSTRASI. Pendiri, komite dan pendukung strategis NXC International Summit 2022 by WIR Group


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa sangat menyayangkan banyak pengusaha yang rela memecat sejumlah karyawannya karena kenaikan upah buruh.

Menurut Hatta dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III sebesar 5,62%, pengusaha masih bisa mengembangkan bisnisnya tanpa mem-PHK pekerjanya.

"Kita harapkan dengan pertumbuhan yang realistis tersebut, kita bisa mengatasi pemogokan, sweeping. Mereka (pengusaha) memang melakukan PHK dan pindah," ujar Hatta Rajasa di kantor Kementerian Perekonomian, Rabu (6/11).

Hatta menegaskan kepada para pengusaha agar tidak menambah pengangguran dalam negeri. Hatta yakin jika kesejahteraan buruh meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi. "Itu yang saya selalu wanti-wanti, mengingatkan kita ingin kesejahteraan mereka meningkat, tapi jangan sampai pengangguran karena ketidaknyamanan berusaha," ungkap Hatta.

Untuk mengurangi angka pengangguran akibat kenaikan upah buruh, Hatta ingin mendorong unit-unit Usaha Kecil Menengah (UKM). "Kita akan genjot untuk usaha-usaha menengah dan kecil dan kita tingkatkan perlindungan sosial," jelas Hatta. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×