kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Hatten Bali (WINE) Fokus Garap Pasar Turis Asing pada Semester II-2026


Jumat, 28 Agustus 2026 / 16:55 WIB
Hatten Bali (WINE) Fokus Garap Pasar Turis Asing pada Semester II-2026
ILUSTRASI. PT Hatten Bali Tbk (WINE) (KONTAN/Sugeng Adji)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen minuman beralkohol (minol), PT Hatten Bali Tbk (WINE) membidik segmen pasar turis asing seiring peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang terjadi pada semester kedua.

Direktur Keuangan Hatten Bali Ketut Sumarwan menjelaskan, fokus utama perusahaan saat ini ialah menyasar pasar turis asing seiring peak season kunjungan turis yang terjadi pada bulan Juli-Agustus dan Desember.

Baca Juga: Pengusaha Tambang Soroti Rencana Pasokan Batubara dan Gas Pembangkit Lewat BLU Energi

Karena itu, untuk menggaet turis asing, WINE mengoptimalkan produk sparkling wine yang lazim dikonsumsi untuk pesta (party), serta white wine yang dikonsumsi dingin sehingga cocok dengan kondisi cuaca panas saat ini. Namun, kunjungan wisatawan lokal juga bertumbuh di periode ini, sehingga WINE juga mengoptimalkan produk yang diminati pasar lokal.

"Sedangkan untuk pasar lokal, WINE memaksimalkan produk sweet & premium wine," kata Ketut kepada Kontan, Rabu (26/8/2026).

Bagaimanapun, ia bilang, turis asing tetap menjadi pasar utama perusahaan saat ini karena menguatnya kurs mata uang asing yang membuat liburan ke Indonesia terutama Bali menjadi lebih murah.

Secara prospek, menurut Ketut, pasar bisnis minol bagi WINE masih terbuka karena perusahaan belum menggarap pasar di luar Bali secara maksimal. Namun, gempuran produk impor saat ini menjadi tantangan bagi perusahaan.

"Tantangan utama kami adalah banyaknya produk impor yang masuk ke pasar domestik dengan harga murah akibat menurunnya konsumsi minuman beralkohol di negara asal," katanya.

Berdasarkan laporan keuangannya, pada semester I-2026, WINE meraih penjualan bersih Rp 133,58 miliar, meningkat 2,2% year on year (yoy) dari Rp 130,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun, dari bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan atawa laba bersih perusahaan turun 21,6% yoy dari Rp 17,92 miliar menjadi Rp 14,05 miliar.

Baca Juga: Vector: Industri Garmen RI Berpeluang Tambah Ekspor US$ 2 Miliar Tanpa Ekspansi Besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×