kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Ekspansi ke Jakarta, Hatten Bali (WINE) Siapkan Cellardoor & Dua Produk Premium Baru


Kamis, 25 Juni 2026 / 20:15 WIB
Ekspansi ke Jakarta, Hatten Bali (WINE) Siapkan Cellardoor & Dua Produk Premium Baru
ILUSTRASI. Hatten Bali (WINE) resmi buka Cellardoor pertama di Jakarta. langkah ini untuk mendongkrak penjualan dan memperluas pasar di ibu kota (Dok/Hatten Wines )


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen wine lokal PT Hatten Bali Tbk (WINE) terus memperluas jangkauan pasarnya di luar Bali.

Tahun ini, WINE membuka Cellardoor pertamanya di Jakarta sebagai bagian dari strategi memperkuat merek sekaligus mendekatkan produk kepada konsumen di pasar ibu kota. 

Direktur Keuangan WINE Ketut Sumarwan mengungkapkan, Cellardoor Jakarta berlokasi di Ruko Plaza 3 Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kehadiran fasilitas tersebut memanfaatkan potensi pasar Jakarta yang besar sekaligus memberikan edukasi langsung kepada konsumen mengenai produk-produk Hatten Wines. 

Baca Juga: Anggota Komisi XII Dukung Eksplorasi 118 Blok Migas Baru, Dorong Ketahanan Energi

“Perseroan berharap kehadiran Cellardoor dapat meningkatkan awareness merek dan memperluas basis customer di Jakarta, terutama Wine Community,” ujar Ketut saat dihubungi Kontan, belum lama ini.

Melalui Cellardoor tersebut, WINE akan memasarkan seluruh varian produk Hatten Wines yang selama ini telah dipasarkan di berbagai wilayah Indonesia. 

Di tengah tantangan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, WINE tetap optimistis prospek bisnis minuman anggur masih menjanjikan. Ketut bilang jika WINE terus fokus pada efisiensi operasional, penguatan merek, serta perluasan distribusi.

WINE menganggap  sektor pariwisata yang terus tumbuh akan menjadi salah satu pendorong utama permintaan produk wine. 

Ketut menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah justru berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap penjualan karena wisatawan asing merupakan salah satu segmen konsumen utama perseroan. 

Dari sisi produk, salah satu varian yang saat ini menjadi favorit pelanggan adalah Two Islands Sauvignon Blanc.

Produk white wine tersebut memiliki karakter light-bodied dengan tingkat keasaman tinggi serta aroma khas freshly cut grass, lantana, dan green apples. 

Baca Juga: Pelaku Industri Dorong Percepatan Beras Fortifikasi untuk Tekan Kasus Hidden Hunger

“White wine memang lebih laris karena disajikan dalam kondisi dingin, cocok dengan cuaca di Indonesia yang panas,” jelasnya.

Selain memperluas distribusi, WINE juga tengah menyiapkan peluncuran dua merek premium baru, yakni Avara dan Ekko, pada semester II 2026.

Avara akan diposisikan sebagai produk premium yang menyasar konsumen kelas atas. Produk ini direncanakan dipasarkan melalui restoran fine dining dan berbagai kanal premium lainnya.

Sementara itu, Ekko merupakan wine organik yang dibuat dari anggur bersertifikat organik dan diproduksi tanpa penggunaan bahan pengawet sesuai standar produk organik. Produk tersebut ditujukan bagi konsumen yang semakin peduli terhadap gaya hidup sehat dan aspek keberlanjutan.

Untuk mendukung berbagai rencana ekspansi tersebut, WINE menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp 15 miliar pada 2026. 

Lebih lanjut, saat ini WINE telah melayani lebih dari 1.500 restoran, lebih dari 900 hotel, ratusan gerai ritel, serta jaringan sub-distributor yang terus berkembang di seluruh Indonesia. 

Sejalan dengan itu, WINE tengah memasuki fase pertumbuhan baru setelah mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025.

 

Pada tahun buku 2025, WINE membukukan pendapatan Rp 286 miliar dengan laba bersih mencapai Rp 40 miliar. Kinerja tersebut ditopang pemulihan sektor pariwisata, terutama di Bali yang masih menjadi pasar utama WINE.

Untuk tahun 2026, WINE menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5%, yang didukung oleh serangkaian inisiatif strategis untuk memperluas jangkauan geografis WINE, memperkuat portofolio merek, serta memperdalam hubungan dengan pelanggan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×