kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hingga 2012, Sriwijaya usung 60 pesawat kecil


Senin, 06 September 2010 / 07:15 WIB
Hingga 2012, Sriwijaya usung 60 pesawat kecil

Berita Terkait

Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. Ceruk pasar penerbangan dari kota terpencil tidak hanya menggiurkan bagi maskapai carter. Tengok saja rencana PT Sriwijaya Air untuk mendatangkan 60 pesawat badan kecil berkapasitas sekitar 30 penumpang hingga 2012 mendatang. Tujuannya tidak lain untuk bisa menyediakan penerbangan feeder (pengumpan) dari kota kecil tersebut.

Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie menuturkan, saat ini ada sejumlah produsen pesawat yang berminat memasok pesawat jenis itu kepada maskapainya.

"ATR, Afro RG, Embraer dan Bombardier beberapa diantaranya. Saat ini kami sedang memilih pesawat mana yang paling efisien dan berguna untuk rencana operasi Sriwijaya," kata Chandra, akhir pekan lalu. Sayangnya, Ia enggan menyebutkan berapa perkiraan dana yang dibutuhkan untuk mendatangkan pesawat berbadan kecil itu.

Jika pesawat-pesawat kecil tersebut sudah tersedia, Sriwijaya akan mengoperasikan penerbangan shadow hub. Menurut Chandra, pola shadow hub berbeda dengan pola hub and spoke yang banyak dilakukan maskapai nasional saat ini.

"Pada shadow hub, setiap bandara memiliki potensi menjadi bandara pengumpul. Sejumlah daerah yang memiliki bandara kecil di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua bisa menjadi bandara pengumpul kami nantinya. Intinya kami ingin memberikan layanan kepada penumpang hingga wilayah," ujarnya.

Saat ini, Lion Air tercatat menggunakan pola penerbangan hub and spoke. Dimana anak usahanya, Wings Air yang mengoperasikan pesawat kecil ATR-72 sebagai pengumpan dari bandara-bandara kecil ke bandara yang lebih besar lagi (hub). Dari bandara hub, penumpang diterbangkan dengan Boeing 737-900ER milik Lion.

Sriwijaya sudah mengoperasikan 27 unit pesawat, dan pada akhir 2010 ini akan genap menjadi 30 unit.





TERBARU

Close [X]
×