kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Hingga Februari, investasi hulu migas baru capai US$ 1,8 miliar


Selasa, 27 Maret 2018 / 16:37 WIB
ILUSTRASI. Lapangan Jangkrik - ilustrasi Natuna


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi hulu migas di awal tahun ini masih cukup kecil. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat investasi hulu migas hingga Februari 2018 baru mencapai US$ 1,8 miliar.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan investasi tersebut digunakan untuk investasi eksplorasi, pengembangan, produksi dan General Manager Administration (GMA). Khusus investasi eksplorasi mencapai US$ 197 juta dan investasi pengembangan mencapai US$ 204 juta.

Sementara investasi produksi sebesar US$ 1,25 miliar. Terakhir investasi General Manager Administration (GMA) sebesar US$ 177 juta.

Wisnu menyebut investasi hulu migas di awal tahun memang cenderung sedikit jika dibandingkan target investasi hulu migas tahun 2018 yang sebesar US$ 14,45 miliar. Ini lantaran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) baru mulai mempersiapkan rencana investasi sepanjang tahun.

Tidak heran jika sampai Februari 2018, investasi hulu migas baru sekitar 15%. Namun Wisnu yakin investasi hulu migas akan mulai meningkat pada triwulan II dan triwulan III.

"Tidak ada hambatan khusus kalau awal tahun, kan bicara planning. Setelah itu baru meningkat, sekarang kan expense juga masih relatif lebih sedikit. Trennya begitu, semester II akan lebih menggeliat," jelas Wisnu, Selasa (27/3).

Wisnu cukup optimistis hingga akhir tahun target investasi hulu migas bisa tercapai. Apalagi harga minyak mentah sejak awal tahun sudah cukup tinggi.

"Sekarang rata-rata harga minyak itu US$ 63 per barel, jadi saya pikir cukup bagus. Kami usahakan bisa tercapai di akhir tahun,"kata Wisnu.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan investasi di sektor migas sepanjang tahun 2018 bisa mencapai US$ 17,04 miliar. Investasi migas tersebut terdiri dari investasi di sektor hulu migas sebesar US$ 14,45 miliar dan investasi di sektor hilir migas sebesar US$ 2,59 miliar.

Khusus di sektor hulu, pemerintah akan mengandalkan investasi dari sejumlah proyek-proyek besar hulu migas seperti proyek Jambaran Tiung Biru yang akan groundbreaking pada tahun ini. Ada juga investasi untuk penambahan fasilitas untuk peningkatan produksi dari Lapangan Jangkrik.

Selain itu, pemerintah juga berharap adanya investasi dari Tangguh Train III, Prefeed IDD untuk lapangan Gendalo dan Gehem yang sudah dan Prefeed untuk Blok Masela. Terakhir, pemerintah juga menargetkan investasi dari penambahan produksi di Lapangan Merakes dan Lapangan Donggi Toili.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×