kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.816   21,00   0,13%
  • IDX 7.888   -441,49   -5,30%
  • KOMPAS100 1.103   -62,52   -5,37%
  • LQ45 803   -30,98   -3,72%
  • ISSI 277   -20,64   -6,93%
  • IDX30 420   -9,86   -2,29%
  • IDXHIDIV20 504   -5,42   -1,06%
  • IDX80 123   -6,32   -4,90%
  • IDXV30 135   -3,73   -2,68%
  • IDXQ30 137   -1,75   -1,26%

Hingga Januari 2026, KAI Angkut 983.000 Ton Barang Non Batubara


Senin, 02 Februari 2026 / 13:43 WIB
Hingga Januari 2026, KAI Angkut 983.000 Ton Barang Non Batubara
ILUSTRASI. Kontan. KAI Logistik anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), kian menegaskan komitmen dalam me (DOK/KAI Logistik)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia mencatat volume angkutan barang non batu bara mencapai 983.036 ton sepanjang Januari 2026. Capaian ini menegaskan peran moda rel sebagai salah satu penopang distribusi logistik nasional, meski kontribusinya terhadap total angkutan barang masih kalah dominan dibanding moda jalan raya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan kinerja tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap layanan angkutan barang berbasis kereta api yang menawarkan kepastian jadwal, kapasitas angkut besar, serta pola operasional yang terukur. Menurutnya, faktor ini membuat kereta api semakin kompetitif di tengah tekanan biaya logistik nasional.

Baca Juga: KAI Tambah 62 Perjalanan Kereta Api per Hari Selama Mudik Lebaran

Sepanjang Januari, KAI mengangkut berbagai komoditas strategis, mulai dari semen, peti kemas, BBM, hasil perkebunan, hingga barang ritel. Anne menilai keragaman muatan tersebut menunjukkan fleksibilitas layanan angkutan rel.

 “Angkutan semen dan hasil perkebunan menopang kelancaran pasokan material pembangunan dan komoditas unggulan daerah, sementara peti kemas dan ritel menjaga kesinambungan distribusi barang konsumsi di koridor logistik utama,” ujar Anne dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Senin (2/2/2026).

Dari sisi energi, pengangkutan BBM menjadi salah satu kontribusi KAI dalam menjaga ketahanan pasokan nasional melalui pola pengiriman yang terjadwal dan terkontrol. Moda kereta api memungkinkan pengiriman dalam volume besar dengan efisiensi yang relatif stabil, sehingga menopang kebutuhan sektor transportasi, industri, hingga rumah tangga.

Meski demikian, volume hampir 1 juta ton per bulan ini masih relatif terbatas jika dibandingkan dominasi angkutan jalan raya yang menguasai sebagian besar distribusi barang nasional. Keterbatasan jaringan rel, konektivitas antarmoda, serta akses langsung ke pusat produksi dan konsumsi masih menjadi kendala struktural dalam mendorong peralihan logistik ke kereta api.

KAI menyebut peningkatan angkutan barang berkontribusi pada pengurangan beban lalu lintas jalan, peningkatan keselamatan transportasi, serta potensi efisiensi biaya logistik secara agregat. Untuk menjaga momentum, perusahaan terus mengoptimalkan sarana dan prasarana, mengembangkan terminal, meningkatkan keandalan rangkaian, serta memperluas kolaborasi dengan mitra logistik.

Baca Juga: Kemenhub Tengah Garap Jalur Double Track Kereta Api Medan-Binjai Sumatra

“Ke depan, angkutan barang tetap menjadi salah satu pilar bisnis KAI. Kami mengembangkan layanan berbasis data dan kebutuhan pasar agar semakin relevan dan efisien,” pungkas Anne.

Tantangannya, konsistensi kinerja ini perlu diikuti dengan perluasan jaringan dan integrasi antarmoda agar angkutan rel benar-benar menjadi solusi struktural bagi tingginya biaya logistik nasional, bukan sekadar alternatif di koridor tertentu.

Selanjutnya: Lebih dari 1,15 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan hingga 2 Februari 2026

Menarik Dibaca: Belanja Hemat di Promo Tokopedia 2.2, Ada Gratis Ongkir & Diskon hingga Rp 1,2 Juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×