Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (KAI) selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mencatat volume angkutan barang mencapai 3.286.530 ton. Jumlah tersebut terjadi sepanjang 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
KAI dalam rilis menjelaskan, mayoritas angkutan tersebut berasal dari komoditas strategis batu bara yang mencapai 2.733.587 ton atau sekitar 83% dari total volume. Batu bara ini menjadi tulang punggung pasokan energi pembangkit listrik, terutama di wilayah Jawa dan Bali, saat beban listrik meningkat signifikan akibat aktivitas rumah tangga, pariwisata, dan industri.
Vice President Corporate Communication, KAI Anne Purba, mengatakan kelancaran distribusi batu bara selama periode libur panjang berkontribusi langsung terhadap keandalan sistem kelistrikan nasional.
Baca Juga: Motis KAI Angkut 5.334 Motor, Naik 286% di Libur Natal 2025‑2026
“Libur panjang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Ketersediaan listrik yang stabil menjadi kunci agar semuanya berjalan nyaman. KAI berkomitmen memastikan distribusi energi primer tetap lancar melalui layanan logistik yang terukur dan andal,” ungkap Anne kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).
Anne menjelaskan, moda kereta api memiliki keunggulan kapasitas angkut besar, ketepatan waktu, serta tingkat keselamatan tinggi. Faktor tersebut menjadikan kereta api sebagai tulang punggung distribusi komoditas strategis, khususnya batu bara untuk pembangkit listrik.
Selain batu bara, KAI juga mengangkut komoditas penting lain selama masa Nataru, seperti semen, pupuk, bahan bakar, hingga barang konsumsi. Distribusi ini menopang sektor konstruksi, pertanian, dan industri, sekaligus menjaga ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat di berbagai daerah.
“Kami mengelola operasional angkutan barang dengan standar keselamatan dan keandalan setara layanan penumpang. Meski mobilitas masyarakat meningkat tajam, layanan logistik tetap berjalan stabil berkat koordinasi lintas daerah dan kesiapan sarana,” tambah Anne.
Kinerja angkutan barang tersebut menegaskan peran strategis KAI dalam mendukung ketahanan energi dan kelancaran aktivitas ekonomi nasional di momen akhir tahun.
“Kereta api bukan hanya mengantar orang pulang kampung atau berlibur, melainkan juga memastikan listrik tetap menyala, industri terus bergerak, dan roda ekonomi tidak berhenti,” tutup Anne.
Baca Juga: KAI Catat Penjualan Tiket Nataru 2025/2026 Hampir 3,8 Juta
Selanjutnya: Pemerintah Terapkan Bea Masuk Pengamanan untuk Kain Tenun Kapas Mulai 10 Januari
Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 8-21 Januari 2026, Hemat Awal Tahun!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












