kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hingga kini, baru Citilink yang terbang dari Halim


Rabu, 10 September 2014 / 14:28 WIB
ILUSTRASI. Telkomsel, menilai nilai wajar investasi di GOTO dengan menggunakan nilai pasar saham GOTO Rp 91 per saham pada akhir Desember 2022.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Sejak awal tahun, pemerintah berencana memindahkan sejumlah rute penerbangan milik maskapai penerbangan dari bandara Soekarno-Hatta menuju bandara Halim Perdanakusuma.

Namun, hingga bulan September ini hanya PT Citilink Indonesia yang baru memanfaatkan bandara yang berada di Jakarta Timur tersebut. Padahal, dijadwalkan PT Garuda Indonesia (persero) Tbk dan PT AirAsia Indonesia juga akan menyusul ke Halim.

Cuman, Menteri Perhubungan, Evert Ernest Mangindaan bilang hingga kini belum ada lagi permintaan slot baru dari Garuda Indonesia dan AirAsia. "Mereka minta tambahan slot penerbangan baru di Halim, tapi tidak mau mengalihkan rute mereka di Soekarno-Hatta," ujar Mangindaan, Rabu (10/9).

Dia mengatakan permintaan ini dipastikan ditolak Kementerian Perhubungan karena tak sesuai dengan rencana awal, yakni mengalihkan slot penerbangan di bandara Soekarno-Hatta ke bandara Halim karena dianggap sudah terlalu padat.

Jika Garuda Indonesia dan AirAsia tetap pada keinginannya ini, Mangindaan memperkirakan bahwa hingga akhir tahun hanya Citilink yang akan terbang dari bandara Halim. Citilink sendiri sudah mulai menggunakan bandara Halim sejak awal tahun 2014 ini dan sejauh ini sudah mengisi 16 slot penerbangan di sana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×