kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Hingga Q3, penjualan makanan dan minuman hanya naik 10%


Selasa, 09 November 2010 / 15:29 WIB
Hingga Q3, penjualan makanan dan minuman hanya naik 10%
ILUSTRASI. Suku bunga KPR


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Hingga kuartal III tahun ini, penjualan makanan dan minuman hanya naik 10%. Kenaikan penjualan makanan dan minuman di kuartal III itu dibukukan oleh sektor peritel modern sebesar 12% dan penjualan makanan dan minuman di opasar tradisional 8%.

“Kenaikan ini lebih rendah dari yang kami harapkan,” kata Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Franky Sibarani di Jakarta, Selasa (9/11). Pencapaian tersebut tidak sesuai dengan target yang dipatok semula yang diperkirakan akan meningkat sebesar 20%.

Pada kuartal kuartal IV ini, Franky berharap industri makanan dan minuman bisa membukukan kenaikan permintaan sebesar 10%; dengan harapan ada kenaikan konsumsi di saat Natal dan juga Tahun Baru. Produk yang biasanya mengalami kenaikan itu seperti aneka makanan dari roti, minuman kaleng termasuk juga sirup.

Awal bulan Oktober lalu, GAPMMI menghitung omset penjualan hingga akhir tahun 2010 bisa menembus Rp 620 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×