kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Hippindo: Transaksi tenant mall terganggu pemadaman listrik


Senin, 05 Agustus 2019 / 17:17 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengaku banyak anggotanya terdampak pemadaman listrik. Salah satu yang paling terasa adalah point of sale (POS) system.

POS System merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk melakukan transaksi penjualan ritel. Biasanya terintegrasi antara mesin kasir atau cash register dengan komputer yang keduanya membutuhkan listrik.

Baca Juga: Hari belanja diskon digelar serentak, simak tanggal dan lokasinya

"Terganggu, POS dan mesin EDC tidak bisa transaksi," ujar Budiardjo Iduansjah, Ketua Umum Hippindo kepada KONTAN, Senin (5/8).

Ia menyebut bahwa tidak semua pengelola mall atau pusat belanja juga langsung bisa mere-cover kebutuhan listrik dengan genset secara cepat. Akibatnya tentu saja operasional tenant menjadi terganggu.

"Ada beberapa mall mati lampunya lama, genset-nya lama nyala," lanjutnya.

Padahal perjanjian sewa tenant di mall maupun pusat perbelanjaan aliran listrik harus tetap ada, baik itu pasokan dari PLN maupun genset. Sehingga penyewa tidak perlu menyediakan back up power lagi. "Kami sudah bayar charge listriknya pak, genset kan milik mall," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×