kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

HMPG minta pemerintah perbaiki data garam


Rabu, 16 Agustus 2017 / 20:41 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) meminta pemerintah memperbaiki data terkait pergaraman.

"Selama ini tidak diketahui data penyerapan garam oleh industri," ujar Muhamad Hasan, Ketua HMPG Jawa Timur pada diskusi garam yang dilakukan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia), Rabu (16/8).

Hasan menerangkan selama empat tahun sejak 2012, produksi garam petani Indonesia mengalami surplus. Puncaknya terjadi pada tahun 2015, produksi mencapai 2,9 juta. Penurunan produksi mulai terjadi di tahun 2016 akibat kemarau basah (lanina) mencapai 145 ribu ton.

Kebutuhan garam konsumsi di Indonesia sekitar 1,5 juta ton per tahun. Kelebihan produksi tersebut dipertanyakan oleh Hasan. Hasan mencurigai adanya pihak yang melakukan penimbunan stok.

Selain permasalahan pendataan, regulasi pun diakui masih menyulitkan bagi petani. Edi Ruswandi, Ketua HMPG Jawa Barat, pada kesempatan yang sama mengungkapkan regulasi sering berganti.

Terakhir impor garam mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) no 125 tahun 2015 yang membagi garam konsumsi dan garam industri. Hal tersebut diakui Edi membuat industri tidak menyerap garam petani. "Garam rakyat bisa diolah untuk industri," terang Edi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×