kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.608   55,00   0,31%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Garam impor asal Australia belum didistribusi


Selasa, 15 Agustus 2017 / 15:26 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Garam impor yang didatangkan dari Australia pada 10 dan 11 Agustus 2017 belum juga didistribusikan. Meski demikian, PT Garam yang menerima mandat untuk mengimpor garam berjanji untuk segera mendistribusikannya.

"Secepatnya akan segera didistribusikan," ujar Hartono, Corporate Secretary PT Garam kepada KONTAN, Jakarta, Selasa  (15/8).

Hingga saat ini belum ada daftar Industri Kecil Menengah (IKM) yang akan menerima pasokan garam impor. Jumlah pasokan garam yang akan diterima tiap IKM pun belum ditentukan. "Akan dipastikan yang menerima betul-betul industri kecil," terang Hartono.

Hartono bilang saat ini garam masih tersimpan di Pelabuhan Ciwandan, Banten dan Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur.

Sebelumnya garam dari Australia telah masuk di Ciwandan sebanyak 25.000 ton pada tanggal 10 Agustus 2017. Sedangkan di Tanjung Perak masuk pada tanggal 11 Agustus 2017 sebanyak 27.500 ton.

Harga jual pun diungkapkan Hartono belum diputuskan. Berdasarkan keterangan dari IKM, garam impor akan dijual pada IKM seharga Rp 2.500 per kilogram (kg).

Anang Abdul Qoyyum, Direktur Keuangan PT Garam, pekan lalu mengungkapkan bahwa target harga jual di pasar berkisar antara Rp 4.500 per kg hingga Rp 5.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×