kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Industri Jasa Keuangan Semakin Gencar Memanfaatkan Kecerdasan Buatan


Minggu, 12 Juli 2026 / 17:17 WIB
Industri Jasa Keuangan Semakin Gencar Memanfaatkan Kecerdasan Buatan
ILUSTRASI. Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) (Dado Ruvic/REUTERS)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin menjadi bagian penting dalam transformasi industri jasa keuangan.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, perusahaan memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses bisnis, sekaligus menghadirkan layanan pelanggan yang lebih personal dan responsif.

Di industri pinjaman daring, penerapan AI juga semakin luas. Teknologi ini tidak hanya untuk mengotomatisasi berbagai proses, juga membantu meningkatkan kualitas interaksi dengan pelanggan. Mulai mempercepat penyelesaian layanan hingga mendukung pengambilan keputusan secara lebih akurat.

Sejalan tren tersebut, platform pinjaman daring Kredit Pintar terus memperkuat pemanfaatan AI di berbagai aspek layanan pelanggan. Teknologi tersebut digunakan untuk mempercepat penyelesaian layanan, meningkatkan tingkat penyelesaian masalah pada kontak pertama (first contact resolution), hingga meningkatkan kepuasan pelanggan.

Presiden Direktur Kredit Pintar, Ronny Kasim mengatakan, bagi perusahaan, AI bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan menjadi fondasi untuk membangun layanan yang lebih efisien dan memberikan manfaat nyata bagi pelanggan.

"Ketika teknologi mampu membantu pelanggan memperoleh solusi dengan lebih mudah dan memberikan pengalaman yang lebih baik, di situlah inovasi benar-benar menciptakan nilai," ujar Ronny dalam keterangan resminya, Minggu (12/7), 

Baca Juga: Rupiah Melemah, Begini Strategi Hutama Karya Jaga Margin Proyek

Salah satu implementasi AI tersebut melalui Super Kepi, chatbot asisten virtual berbasis AI. Selain melayani pertanyaan pelanggan selama 24 jam, Super Kepi mampu menghubungi pelanggan, menawarkan bantuan pembayaran, serta memberikan panduan pada waktu yang tepat.

Pendekatan tersebut dinilai membantu pelanggan memperoleh solusi lebih cepat sekaligus meningkatkan efisiensi operasional layanan pelanggan.

Di tengah pertumbuhan industri pinjaman daring yang semakin kompetitif Kredit Pintar menilai, pengalaman pelanggan menjadi salah satu faktor pembeda. Maka, investasi AI tidak hanya diarahkan untuk mengotomatisasi proses,juga membantu agen layanan pelanggan bekerja lebih efektif, mempercepat pengambilan keputusan, serta memastikan setiap interaksi memberikan nilai tambah.

Teknologi seharusnya tidak menggantikan sentuhan manusia, melainkan memperkuatnya. Kredit Pintar memanfaatkan AI untuk menghilangkan proses-proses yang repetitif sehingga tim kami dapat lebih fokus memberikan solusi yang lebih cepat, tepat, dan personal kepada pelanggan.

"Pada akhirnya, keberhasilan implementasi AI diukur bukan dari seberapa canggih teknologinya, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan pelanggan," tambah Ronny.

Sepanjang 2025, Kredit Pintar menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 9,5 triliun. Sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp 64 triliun.

Menurut Ronny, Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat inovasi AI di Asia Tenggara. Pemanfaatan AI yang dilakukan secara bertanggung jawab diyakini tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang lebih cepat, aman, dan berkualitas.

Atas implementasi AI, Kredit Pintar memperoleh tiga penghargaan di ajang CX Asia Excellence Awards 2026 di Singapura. Nah, terlepas dari soal penghargaan, jangan lupakan perlindungan konsumen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×