kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.094   -95,00   -0,52%
  • IDX 5.024   104,29   2,12%
  • KOMPAS100 647   15,00   2,37%
  • LQ45 513   11,63   2,32%
  • ISSI 166   2,69   1,65%
  • IDX30 289   5,92   2,09%
  • IDXHIDIV20 388   5,64   1,48%
  • IDX80 75   1,68   2,31%
  • IDXV30 108   1,40   1,32%
  • IDXQ30 97   1,97   2,07%

Hyundai Perkuat Segmen Hybrid, Sejumlah Produk Baru Segera Meluncur


Kamis, 05 November 2026 / 15:16 WIB
Hyundai Perkuat Segmen Hybrid, Sejumlah Produk Baru Segera Meluncur
ILUSTRASI. HYUNDAI-RECALL/ (REUTERS/Andrew Kelly)


Reporter: Genta Disa | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) berencana menambah jajaran kendaraan hybrid di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menyeimbangkan pilihan teknologi kendaraan elektrifikasi, baik kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) maupun hybrid.

Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, Hyundai tengah menyiapkan sejumlah produk baru untuk pasar otomotif nasional. Perusahaan juga akan menyesuaikan strategi produknya dengan kebijakan pemerintah, termasuk rencana pemberian insentif kendaraan hybrid.

“Intinya kan dari dulu kan saya bilang bahwa aturan pemerintah mau dibuat apa pun, sebenarnya maker yang harus menyesuaikan. Tapi kan pertanyaannya, dari Hyundai ada nggak mau mengeluarkan produk baru? Ditunggu saja, kita siapin semuanya kok,” ujar Frans kepada awak media usai Hyundai Media Update Road to GAW 2026, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga: Sang Hyang Sari Perkuat Peluang Kolaborasi Pertanian dan Ketahanan Pangan Global

Ia menjelaskan, Hyundai ingin menjaga keseimbangan pilihan teknologi kendaraan atau balance powertrain. Menurutnya, tren kendaraan listrik dan hybrid dapat berkembang secara bersamaan sehingga perusahaan perlu menyiapkan produk dari kedua segmen tersebut.

“Jadi kalau misalnya ada tadi kan balance powertrain, jadi sekarang kita lihat nih EV menjadi trendy, terus kemudian nanti hybrid menjadi trendy juga. Nah, teman-teman tunggu saja tanggal mainnya, pasti kita akan keluarin produk-produk kita juga yang hybrid,” katanya.

Aturan ganjil genap kendaraan listik di Jakarta


Di sisi lain, Frans turut menanggapi wacana pengenaan aturan ganjil genap terhadap kendaraan listrik di Jakarta.

Sebagai informasi, Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) mengusulkan kebijakan bebas ganjil genap untuk mobil listrik di Jakarta mulai dipertimbangkan untuk dicabut ketika populasi kendaraan listrik (EV) lebih dari 30%.

Menurutnya, setiap produsen otomotif harus menyesuaikan strategi bisnis dengan regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Ia menilai perbedaan kebijakan antara Jakarta dan wilayah lain tidak serta-merta menghilangkan pasar kendaraan listrik. Sebab, fasilitas maupun pembatasan yang berlaku di suatu wilayah belum tentu diterapkan secara nasional.

“Nah, yang pertama tadi saya sampaikan, bahwa semua aturan pemerintah kan bukan hanya Hyundai saja yang harus memenuhi kan, semuanya harus memenuhi. Jadi tinggal bagaimana sekarang masing-masing maker mengambil sikap,” ujar Frans.

Terkait dampak wacana tersebut terhadap penjualan, Frans menilai perbedaan penerapan kebijakan antardaerah perlu menjadi pertimbangan produsen dalam menentukan strategi pasar.

“Kalau waktu Jakarta kita memberikan fasilitas ganjil genap, tapi non-Jakarta tidak kita berikan fasilitas ganjil genap, toh juga nggak ada bedanya, kan? Gitu. Nah, tetap penjualan tetap ada, seperti itu. Nah, tinggal masalahnya kebijakan pemerintah dan sikap dari masing-masing maker,” pungkasnya.

Baca Juga: Pacu Pengembangan Hulu Migas, SKK Migas Bidik Investasi Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×