kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

IA-CEPA berlaku, Pan Brothers (PBRX) bakal tingkatkan penjualan ekspor ke Australia


Senin, 06 Juli 2020 / 16:39 WIB
ILUSTRASI. Pekerja tengah menyelesaikan produksi masker dan alat pelindung diri (APD) di Pabrik Tekstil PT Pan Brothers Tbk, Banten, Senin (20/4/2020). PT Pan Brothers Tbk mampu memproduksi 1 juta masker yang bisa dicuci ulang atau washable dan dipastikan menggunaka


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen garmen, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) ingin memperkuat penjualan garmen ke Australia. Rencana ini didasarkan pada adanya peluang pasar yang lebih baik di Negeri Kangguru pasca berlakunya perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).

Anne Patricia Sutanto, Wakil Direktur Utama PBRX mengatakan, berlakunya ketentuan perjanjian IA-CEPA akan membuat produk-produk garmen dalam negeri menjadi lebih kompetitif untuk bersaing dengan produk-produk garmen dari pemasok lainnya.

Baca Juga: Pasar lesu, ini strategi SLJ Global (SULI) kejar target penjualan tahun ini

“(IA-CEPA) membuat produk Indonesia lebih appealing untuk pasar Australia, sehingga bisa meningkatkan market share Indonesia di Australia,” ujar Anne saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (6/7).

Seperti diketahui, perjanjian IA-CEPA mulai berlaku sejak Minggu (5/7) lalu. Dalam wawancara Kontan.co.id sebelumnya, Ni Made Ayu Marthini selaku Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan menyebutkan bahwa barang-barang Indonesia yang masuk ke Australia tidak akan dikenai bea masuk. 

Sebagai perbandingan, sebelumnya produk-produk pakaian jadi yang masuk ke pasar Australia dikenai bea masuk dengan besaran yang beragam. Catatan Anne, besaran bea masuknya bisa mencapai di atas 5%. Namun kalau dirata-ratakan, besaran bea masuknya berkisar 5%.

Baca Juga: Hipmi: Alih teknologi dalam kerja sama IA-CEPA harus jalan

Untuk meningkatkan penjualan ke Australia, rencananya PBRX bakal memperbesar volume penjualan kepada pembeli eksisting serta menambah 1 hingga 2 pembeli baru lagi. Namun demikian, rencana tersebut belum akan dilakukan pada tahun ini menimbang kondisi yang ada saat ini.

“(Penjualan ke Australia) akan diperbesar, tapi sepanjang tahun 2020 perkiraannya akan sama dengan tahun 2020 karena situasi pandemi corona (covid-19),” kata Anne.

Sepanjang Januari - Maret 2020 lalu, PBRX mencatatkan penjualan sebesar US$ 121,65 juta, atau naik 7,77% dibanding kan realisasi penjualan periode sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: IA-CEPA resmi berlaku, begini respons pelaku usaha

Secara terperinci, angka penjualan ini terdiri atas penjualan sebesar US$ 41,82 juta ke Amerika,  US$ 24,05 juta ke Eropa,  US$ 53,10 juta ke Asia, dan  US$ 2,66 juta ke pasar lain-lain.

Seturut kenaikan pada sisi penjualan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih PBRX ikut terungkit 32,61% secara tahunan alias year-on-year (yoy) dari semula  US$ 1,58 juta di kuartal I 2019 menjadi  US$ 2,10 juta di kuartal I 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×