kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

IBM: Era Uji Coba Berakhir, Perusahaan Mulai Tuntut ROI dari Investasi AI


Jumat, 24 Juli 2026 / 16:38 WIB
IBM: Era Uji Coba Berakhir, Perusahaan Mulai Tuntut ROI dari Investasi AI
ILUSTRASI. Balasubrahmanyam Pappu Country Leader & Managing Partner, IBM Consulting, Singapore (Kontan/Danielisa Putriadita)


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Danielisa Putriadita

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan atawa artificial intelligence (AI), perhatian perusahaan kini bergeser dari sekadar mencoba teknologi baru menjadi memastikan investasi tersebut benar-benar menghasilkan nilai bisnis. 

Perusahaan mulai menimbang-nimbang seberapa besar return on investment (ROI) yang mampu dihasilkan dari mengimplementasikan AI. 

Balasubrahmanyam Pappu, Country Leader & Managing Partner IBM Consulting Singapore, menjelaskan, pemimpin perusahaan manufaktur optimistis, ROI mereka akan kembali meningkat dua kali lipat dalam beberapa tahun mendatang, setelah dalam dua tahun terakhir ROI AI meningkat tiga kali lipat. 

Berdasarkan riset yang dilakukan IBM, Pappu mengatakan, dua tahun lalu perusahaan fokus menguji coba penerapan teknologi AI dalam skala terbatas sebelum diimplementasikan secara penuh di seluruh organisasi.

Namun, kini perusahaan mulai memaparkan hasil AI pada kondisi laba rugi bisnis mereka. 

Baca Juga: IBM Dorong Perusahaan Asia Pasifik Bertansformasi Berbasis AI pada 2030

Tecatat, industri manufaktur memiliki tingkat ROI investasi AI sekitar 12% setara dengan median di berbagai industri. Tapi, perusahaan manufaktur yang menjadi pemimpin dalam adopsi AI mampu memperoleh ROI hingga 25%. 

"Jadi kini perusahaan tidak hanya merencanakan untuk mengatur karyawannya melainkan juga harus merencanakan untuk mengatur strategi AI mereka," kata Pappu, Senin (20/7). 

Sebab, peluang di masa depan besar. Berdasarkan survei IBM, di 2030 pendapatan perusahaan manufaktur akan berasal dari produk maupun jasa yang tidak pernah ditawarkan saat ini. Di mana dengan bantuan AI, perusahaan bisa terbantu dalam menciptakan produk dan jasa tersebut. 

Namun, dalam implementasi AI, tantangan yang pasti akan dihadapi adalah kesiapan dalam menyiapkan data itu sendiri.

"Tantangannya bukan di teknologinya tetapi menyiapkan data yang siap pakai, itu yang harus perusahaan siapkan," jelas Pappu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×