kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

ID Food Berupaya Maksimalkan Kuota Impor Gula pada Sisa Tahun 2023


Rabu, 13 Desember 2023 / 19:12 WIB
ID Food Berupaya Maksimalkan Kuota Impor Gula pada Sisa Tahun 2023
ILUSTRASI. ID Food berusaha memaksimalkan kuota impor gula yang diperolehnya pada 2023. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holding BUMN Pangan ID Food berusaha memaksimalkan kuota impor gula yang diperolehnya pada 2023.

Direktur Utama ID Food Frans Marganda mengatakan, tahun ini pihaknya mendapat kuota impor gula sekitar 250.000 ton. Impor ini dibagi dalam dua tahap, di mana tahap pertama ID Food mengimpor 107.500 ton gula. 

"Realisasi impor tahap sekitar 97.000--98.000 ton, jadi sudah 90%," kata dia dalam acara National Sugar Summit (NSS), Rabu (13/12).

Baca Juga: Jaga Pasokan dan Harga, Asosiasi Gula Indonesia Sebut Impor Gula Harus Dioptimalkan

Masih ada kuota impor tahap pertama sebesar 10.000 ton yang hendak dipenuhi oleh ID Food. Ada dua negara yang dimanfaatkan oleh ID Food untuk impor gula, yakni Thailand dan India.

ID Food pun turut berkompetisi dengan BUMN lain seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) maupun perusahaan swasta dalam membeli gula impor dari Thailand dan India. 

"Kemungkinan impor gula ini akan tiba pada awal 2024 nanti, yang mana proses pengangkutannya berlangsung sejak akhir 2023," tandas Frans.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 1 Juta Ha Lahan di Papua Untuk Capai Target Swasembada Gula

Dalam acara yang sama, Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat menilai, realisasi impor gula harus dipercepat untuk menjaga stok gula di dalam negeri sekaligus supaya harga tetap terkendali.

Indonesia sendiri masih harus mengimpor gula lantaran produksi dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan yang ada. Kebutuhan gula di Indonesia tercatat sekitar 3,2 juta ton. Sementara sepanjang 2023 berjalan, Indonesia memproduksi 2,2 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×