kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Impor masih kuasai pasar susu Indonesia


Selasa, 08 Agustus 2017 / 14:43 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Produksi susu di dalam negeri masih rendah. Abdul Kadir, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan, total kebutuhan susu Indonesia tahun 2016 sebesar 4,45 juta ton per tahun.

"Sementara sebesar 82% kebutuhan susu masih berasal dari impor," ujar Abdul Kadir dalam Diskusi Publik Susu sebagai Nutrisi yangTerjangkau dan Pendorong Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Selasa (8/8).

Menurut Abdul, industri produksi susu sejatinya memiliki peluang besar untuk digarap oleh sektor Unit Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dia memberikan target koperasi peternak susu agar meningkatkan produksi.

Minimal produksi tiap koperasi sebesar 30 ton per hari. Itu untuk mencapai target pemenuhan susu dari produksi dalam negeri sebesar 30% pada 2019. Selain itu juga diperlukan penambahan populasi sapi perah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×