kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Konsumsi susu Indonesia masih rendah


Selasa, 08 Agustus 2017 / 14:18 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Konsumsi susu masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Konsumsi susu Indonesia pada tahun 2016 hanya 17,2 kilogram (kg) per orang setiap tahunnya. Sementara rata-rata konsumsi susu di Asia Tenggara sebesar 25 kg per kapita per tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Subandi, Kepala Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada diskusi publik Susu sebagai Sumber Nutrisi yang Terjangkau dan Pendorong Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Selasa (8/8).

"Promosi susu juga jangan sampai mengganggu program air susu ibu (ASI) eksklusif pada bayi selama enam bulan," ujar Subandi.

Subandi bilang, pemerintah mendorong konsumsi susu bagi masyarakat sebagai sumber gizi. Dorongan ini juga dilakukan dalam bentuk kerja sama kementerian dan lembaga serta pihak swasta.

Subandi menerangkan bahwa perbaikan gizi bukan hanya tanggung jawab Kementerian Kesehatan. Kementerian dan lembaga lain juga perlu berkontribusi sesuai bagiannya "Sebagai contoh, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan pemahaman melalui kurikulum di PAUD tentang gizi bagi siswa," terang Subandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×