kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Konsumsi susu Indonesia masih rendah


Selasa, 08 Agustus 2017 / 14:18 WIB


Reporter: | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Konsumsi susu masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Konsumsi susu Indonesia pada tahun 2016 hanya 17,2 kilogram (kg) per orang setiap tahunnya. Sementara rata-rata konsumsi susu di Asia Tenggara sebesar 25 kg per kapita per tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Subandi, Kepala Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada diskusi publik Susu sebagai Sumber Nutrisi yang Terjangkau dan Pendorong Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Selasa (8/8).

"Promosi susu juga jangan sampai mengganggu program air susu ibu (ASI) eksklusif pada bayi selama enam bulan," ujar Subandi.

Subandi bilang, pemerintah mendorong konsumsi susu bagi masyarakat sebagai sumber gizi. Dorongan ini juga dilakukan dalam bentuk kerja sama kementerian dan lembaga serta pihak swasta.

Subandi menerangkan bahwa perbaikan gizi bukan hanya tanggung jawab Kementerian Kesehatan. Kementerian dan lembaga lain juga perlu berkontribusi sesuai bagiannya "Sebagai contoh, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan pemahaman melalui kurikulum di PAUD tentang gizi bagi siswa," terang Subandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×