kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.400   56,00   0,32%
  • IDX 6.927   -174,68   -2,46%
  • KOMPAS100 932   -25,23   -2,63%
  • LQ45 668   -16,35   -2,39%
  • ISSI 249   -6,54   -2,56%
  • IDX30 372   -7,24   -1,91%
  • IDXHIDIV20 457   -8,14   -1,75%
  • IDX80 105   -2,74   -2,55%
  • IDXV30 134   -2,38   -1,75%
  • IDXQ30 119   -2,29   -1,89%

Impor minyak kelapa sawit China diprediksi tertekan karena virus corona


Senin, 03 Februari 2020 / 21:17 WIB
ILUSTRASI. Akibat corona, pengusaha perkirakan permintaan minyak sawit oleh China melambat


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Ekspor minyak sawit Indonesia ke China meningkat menjadi 7 juta ton di 2019. Meski begitu, Joko belum bisa memproyeksi berapa besar ekspor minyak sawit ke China di tahun ini.

Menurut dia, peningkatan ekspor minyak sawit ke China di 2019 disebabkan harga biodiesel yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil. Karena itu, dia berpendapat keputusan impor China bisa dipengaruhi beberapa faktor.

Baca Juga: Gapki catat konsumsi minyak sawit dalam negeri tumbuh 23,57% selama 2019

"Nanti kita lihat. Kalau harga sawit mahal, harga biodiesel mahal belum tentu [ekspor meningkat]. Karena kan dia sangat sensitif soal harga. Kalau murah beli, kalau tidak, tunggu dulu. Jadi banyak faktor. Ada faktor corona, faktor harga bertahan tinggi mungkin jadi pertimbangan China. Pastinya, kita tidak tahu," kata Joko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×