kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Impor sapi indukan sepi peminat


Minggu, 29 Juni 2014 / 18:13 WIB
ILUSTRASI. Tekanan darah tinggi


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Impor sapi betina produktif atau sapi indukan sepi peminat. Mengutip data Kementerian Perdagangan (Kemendag), pada kuartal III mendatang tidak ada satu pun perusahaan penggemukan sapi atau feedloter yang mengajukan izin impor.

Bachrul Chairi Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan, dipenghujung semester I tahun ini realisasi impor sapi indukan juga nihil. "Indukannya (realisasi impor) belum ada di kuartal II," kata Bachrul, akhir pekan lalu.

Pada kuartal III mendatang, Kemendag hanya mengeluarkan persetujuan impor untuk sapi bakalan dan sapi siap potong. Jumlahnya hanya 167.000 ekor, dengan prosentase 80% berupa sapi bakalan, dan 20% sapi siap potong.

Sekedar informasi, disemester I tahun ini Kemendag sebenarnya telah memberikan izin impor untuk sapi indukan. Jumlahnya total mencapai 7.500 ekor, yang terdiri dari 2.500 ekor yang persetujuan impornya diberikan pada kuartal I, dan 5.000 ekor persetujuan impornya diberikan pada kuartal II.

Berdasarkan catatan KONTAN, beberapa perusahaan yang telah mengajukan izin impor untuk sapi indukan tersebut antara lain PT Sulung Ranch yang merupakan anak usaha PT Citra Borneo Indah (CBI) dan Santori Group.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×