kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Impor tekstil China melambat, Trisula Textile (BELL) gencar perdalam pasar lokal


Senin, 10 Februari 2020 / 19:07 WIB
Impor tekstil China melambat, Trisula Textile (BELL) gencar perdalam pasar lokal
ILUSTRASI. Melambatnya pasokan impor tekstil dari China memberikan berkah tersendiri bagi PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL).

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melambatnya pasokan impor tekstil dari China memberikan berkah tersendiri bagi PT  Trisula Textile Industries Tbk (BELL). Pasalnya sejak 2015 impor tekstil dan produk tekstil (TPT) membanjiri Indonesia sehingga menekan pemain industri tekstil dalam negeri.

Direktur Trisula Textile Industries Nurwulan Kusumawati mengatakan melambatnya pasokan produk tekstil dari China tentu dapat mengurangi terjadinya impor sehingga menjadi peluang bagi Trisula Textile memperluas jangkauan pasar.  

Baca Juga: Pan Brothers (PBRX) siap isi kekosongan pasar garmen pasca outbreak virus corona

"Dengan berkurangnya impor dari China maka potensi penjualan kami akan semakin besar, baik ke dalam negeri maupun luar negeri," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (10/2).

Tidak hanya karena faktor melambatnya impor garmen dari China, Trisula Textile juga melihat peluang ke depannya berdasarkan kebutuhan pelanggannya.

Meski peluang juga terbuka di pasar luar negeri, Nurwulan mengungkapkan, Trisula Textile akan tetap fokus memperdalam pasar dalam negeri, khususnya pelanggan perusahaan. Adapun peluang lain yang dibidik perusahaan berkode saham BELL ini memperluas pangsa pasarnya eceran.

Sedangkan untuk ekspor, Nurwulan menyatakan akan tetap fokus terhadap buyer-buyer yang sudah ada.

Mengenai bahan baku, Nurwulan mengakui tidak ada ketergantungan bahan baku dari China mapun negara lainnya. BELL yang sudah beroperasi lebih dari 50 tahun, sebagian besar kebutuhan bahan bakunya dibeli dari dalam negeri. "Jadi, hal ini tidak terlalu signifikan berpengaruh terhadap operasional produksi perusahaan," kata Nurwulan.

Baca Juga: Sektor TPT masih tumbuh 15%, ekspor tekstil mencapai US$ 12,9 miliar tahun lalu




TERBARU

Close [X]
×