kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Inalum optimis divestasi saham Freeport Indonesia selesai di semester II-2018


Rabu, 25 Juli 2018 / 18:24 WIB
ILUSTRASI. Logo Inalum


Reporter: Febrina Ratna Iskana, Febrina Ratna Iskana | Editor: Handoyo

Rendi bilang Inalum tidak menunggu selesainya kontrak Rio Tinto pada 2022 karena saat ini dibutuhkan keputusan dan kepastian untuk investasi di tambah bawah tanah yang ada di Grassberg.

Jika divestasi baru dilakukan pada 2022, maka tidak ada lagi investasi di Grasberg dan PTFI pun kemungkinan besar tidak akan beroperasi sama sekali karena produksi tambang di atas tanah sudah menurun.

"Belum ada kepastian kalau baru dilakukan 2022. Sehingga tambang itu tidak beroperasi sama sekali. Jadi kenapa sekarang agar ada kepastian untuk investasi di tambang bawah tanah dan itu (investasi) besar karena tambang di atas tanah habis, potensi besar di bawah tanah,"jelasnya.

Selain itu, Rendi juga menyebut jika divestasi baru dilakukan pada 2022, maka diproyeksi akan ada gangguan ekonomi di Papua karena investasi terhenti. "Ada isu keseinambungan, takutnya ekonomi papua terganggu,"imbuh Rendi.

Makanya Inalum mempercepat divestasi di tahun ini demi kepastian investasi bawah tanah. Selain itu juga demi produksi PTFI tetap berjalan.

"Kami perlu ada kepastian saat ini ditambang bawah tanah. Begitu ada kepastian sekarang langsung dieksekusi sehingga produksi normal. Kalau tunda keputusan hingga 2022, berarti investasi 2022, baru bisa produksi 2025, berarti dari tahun besok hingga 2025 tidak ada aktivitas sama sekali sudah habis," ungkap Rendi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×