kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Indah Prakasa Sentosa (INPS) bidik pendapatan hingga Rp 800 miliar di tahun depan


Kamis, 19 Desember 2019 / 18:19 WIB
Indah Prakasa Sentosa (INPS) bidik pendapatan hingga Rp 800 miliar di tahun depan
ILUSTRASI. Indah Prakasa Sentosa (INPS) bidik pendapatan hingga Rp 800 miliar di tahun depan


Reporter: Annisa Fadila, Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

Tambah Modal Kerja Hingga Rp 30 miliar

Di tahun depan, Adreanus mengatakan bahwa pihaknya akan mengerem investasi untuk ekspansi. Ia menyebut, anggaran INPS di 2020 berfokus pada modal kerja untuk meningkatkan kinerja penjualan di lini bisnis BBM.

"Pengembangan di tahun depan kita menahan serapan capex (untuk ekspansi). Kita fokus untuk pencapaian sales Rp 600 milair-Rp 800 miliar. Jadi kita fokus seluruh dana kita akan digunakan utnuk modal kerja," katanya.

Menurut Adreanus, untuk mencapai target pendapatan tahun depan, INPS membutuhkan tambahan modal kerja sebanyak Rp 20 miliar - Rp 30 miliar, dari modal kerja yang sudah disiapkan saat ini sebesar Rp 40 miliar - Rp 50 miliar. Artinya, total modal kerja INPS di tahun 2020 berkisar di angka Rp 60 miliar - Rp 70 miliar.

Baca Juga: Gelar RUPST, Indah Prakasa Santosa (INPS) merombak susunan direksi dan komisaris

Adreanus menyebut, porsi pembiayaan kemungkinan masih mirip dengan capex INPS tahun ini, yakni 40% dari internal dan 60% dari pinjaman. Namun, Adreanus bilang bahwa porsi dari pinjaman akan dikurangi. "Kita akan pakai akumulasi laba. Jadi kalau Semester I kita dapat laba, akan kita gunakan untuk modal kerja," ungkapnya.

Saat ini, INPS mengandalkan tiga lini bisnis, yakni penjualan BBM, SPBU dan SPBE, serta transport logistik. Dari ketiga lini bisnis itu, Logistik dan BBM berkontribusi paling besar.

Dengan menambah modal kerja, Adreanus mengatakan, INPS ingin memperbesar porsi dari bisnis penjualan BBM. "Tahun depan kita upayakan trading lebih tinggi, rencananya kalau bisa sekitar 20% kita coba tingkatkan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×