Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program 3 juta rumah dinilai ambisius dan membutuhkan penguatan dari sisi kebijakan serta pembiayaan agar dapat berjalan efektif.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti menyebut program tersebut memang berpotensi mendorong penciptaan lapangan kerja, namun dampaknya terhadap penerimaan negara dinilai terbatas.
“That is a very ambitious program. Meski bisa menciptakan lapangan pekerjaan karena ada pembangunan 3 juta rumah tapi program ini tidak bisa generate income untuk negara,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (17/4/2026).
Ia menilai, alokasi anggaran perlu dipertimbangkan secara lebih produktif agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Lain halnya kalo anggaran dialokasikan untuk mendukung industri manufaktur, agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong ekspor,” katanya.
Selain itu, dukungan terhadap investasi dinilai penting untuk menciptakan efek berganda terhadap ekonomi.
Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, KAI Bakal Bangun 5.484 Rusun di Empat Kota
“Kemudian anggaran sebaiknya dialokasikan untuk penyiapan infrastruktur agar investor datang semua sudah siap,” imbuhnya.
Dari sisi implementasi, Esther menilai program perumahan sebaiknya tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan skema yang sudah ada.
“Program 3 juta rumah bisa diintegrasikan dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” ujarnya.
Ia menambahkan, model pembiayaan perlu disesuaikan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Rumah yang dibangun tidak gratis tapi dibayar dengan skema pembiayaan yang lebih lunak (bunga lebih rendah dan jangka waktu kredit lebih lama),” katanya.
Di sisi lain, pemerintah tengah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung program tersebut. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyebut pihaknya telah mengantongi data pengembangan kawasan hunian baru.
Baca Juga: Prabowo Sorot Realisasi Program 3 Juta Rumah Lambat, Ini Pemicunya
“Yang kedua, kami sudah mendapatkan data untuk bakal 10 kota baru, ya. Di antaranya ada Tangerang, Bogor, Batang, Deli Serdang, kemudian Kuburaya, kemudian beberapa titik lainnya ya,” ujar Maruarar.
Pemerintah juga akan membentuk tim survei serta mengoptimalkan pemanfaatan aset negara.
“Kemudian kita bersepakat akan membuat tim bersama yang melakukan survei-survei di lokasi itu,” katanya.
Selain itu, pemerintah menggandeng BUMN untuk mendukung penyediaan lahan.
“Yang ketiga, besok jam 3 kita rapat dengan BUMN, kemudian juga dengan kereta api dan BUMN lainnya untuk aset negara,” tambahnya.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menyatakan pihaknya siap mendukung program tersebut melalui pemanfaatan aset yang belum optimal.
"Kami siap mendukung program 3 juta rumah dengan mendorong model hunian seperti ini untuk direplikasi di berbagai daerah. Tahap awal, kami akan fokus pada lima wilayah utama,” ujarnya.
Keberhasilan program ini dinilai akan sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, terutama dalam integrasi kebijakan, kesiapan lahan, serta skema pembiayaan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Pemerintah Kejar Program 3 Juta Rumah, Aset BUMN Disiapkan untuk Rusun Subsidi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













