kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.427.000   7.000   0,49%
  • USD/IDR 16.160
  • IDX 7.321   96,85   1,34%
  • KOMPAS100 1.149   10,13   0,89%
  • LQ45 923   12,71   1,40%
  • ISSI 219   0,62   0,28%
  • IDX30 461   6,63   1,46%
  • IDXHIDIV20 555   8,24   1,51%
  • IDX80 129   1,33   1,04%
  • IDXV30 130   1,58   1,24%
  • IDXQ30 156   2,26   1,48%

Indocement (INTP) Optimistis Konsumsi Semen Bakal Tumbuh 3% di Tahun 2024


Senin, 20 Mei 2024 / 08:44 WIB
Indocement (INTP) Optimistis Konsumsi Semen Bakal Tumbuh 3% di Tahun 2024
ILUSTRASI. Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) memperkirakan bahwa konsumsi semen dalam negeri akan tumbuh sebesar 2%?3% pada 2024.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) memperkirakan bahwa konsumsi semen dalam negeri akan tumbuh sebesar 2%–3% pada 2024.

Sekretaris Perusahaan Indocement Dani Handajani menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kinerja bisnisnya sepanjang tahun ini. Dia berharap bahwa di kuartal II ini pertumbuhan semen curah bakal lebih tinggi dibandingkan penjualan semen kantong.

"Kami memperkirakan konsumsi semen dalam negeri akan tumbuh sebesar 2%–3% pada 2024 dimana kami masih mengharapkan pertumbuhan semen curah akan lebih tinggi dibandingkan penjualan semen kantong," kata Dani kepada Kontan.co.id, Senin (20/5).

Baca Juga: Indocement (INTP) Berharap Pemerintah Perketat Regulasi Impor Semen Hadapi Oversupply

Lebih lanjut, d itengah kondisi oversupply ini, INTP tetap menunjukkan konsistensi dan komitmennya sebagai produsen semen di Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan mempertahankan kinerja keuangan dalam lima tahun terakhir.

"Kondisi oversupply menjadi tantangan tersendiri bagi Indocement tetapi dalam lima tahun terakhir kami mampu mempertahankan kinerja keuangan kami," sambung dia.

Salah satu caranya dengan melakukan efisiensi biaya serta melakukan optimalisasi dan sinergi jaringan pemasaran melalui penambahan terminal-terminal semen di luar Pulau Jawa.

Baca Juga: Harga Sahamnya Melorot, BBRI, KLBF Hingga INTP Gelar Buyback, Efeknya Jangka Pendek

"Kemudian, menerapkan perjanjian sewa pakai aset dengan Semen Bosowa serta akuisisi pabrik semen yaitu Pabrik Semen Grobogan," jelas dia.

Selain itu, INTP terus mengoptimalkan sinergi jaringan pemasaran dan distribusi semen di Pulau Jawa sekaligus memacu penjualan di wilayah Sumatra dan Indonesia bagian timur.

Sebagai tambahan, INTP menyediakan capital expenditure (capex) atau dana belanja modal senilai Rp 1,5 triliun pada 2024. Mayoritas capex tersebut digunakan untuk perbaikan, perawatan, dan penggantian mesin produksi secara reguler. Selain itu, capex INTP juga dipakai untuk mempersiapkan bahan bakar alternatif pembuatan semen, seperti refused derived fuel (RDF) ataupun biomassa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×