kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Indomie yang masuk Taiwan sebaiknya ganti kemasan


Jumat, 15 Oktober 2010 / 13:29 WIB
Indomie yang masuk Taiwan sebaiknya ganti kemasan
ILUSTRASI. Gedung Bursa Efek Indonesia


Reporter: Asnil Bambani Amri |


JAKARTA. Kepala Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Harmen Sembiring meminta Indofood untuk segera mengganti kemasan produknya yang di ekspor ke Taiwan. Pasalnya, pihak Taiwan sulit membedakan antara produk Indomie yang seharusnya beredar di Indonesia dan produk Indomie yang khusus diproduksi untuk pasar Taiwan.

“Tujuannya agar mereka (Taiwan) bisa membedakan mana mi instan yang sudah sesuai standar Taiwan,” kata Harmen kepada KONTAN, Kamis (14/10). Menurut Harmen, orang Taiwan sulit membedakan keduanya, sehingga main sita saja seluruh produk Indomie yang ada di pasar.

Harmen mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada perwakilan kantor dagang Taiwan yang ada di Indonesia, kemarin. Ia menegaskan, dalam pembicaraan dengan perwakilan dagang Taiwan itu, pihak Indonesia sudah menyampaikan masalahnya termasuk soal standar.

“Kami sudah meminta Taiwan untuk merilis statemen kalau produk Indonesia itu sesuai dengan standar International, walaupun tidak sesuai dengan standar mereka (Taiwan),” jelas Harmen.

Ia juga menyatakan pada pihak Taiwan, mi instan yang ditemukan oleh pengawas makanan Taiwan tersebut seharusnya beredar di Indonesia tetapi dibawa ke Taiwan. Sehingga, ketika ada pemeriksaan, produk tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan standar Taiwan.

Pemerintah Indonesia juga sudah mendapatkan informasi dari Taiwan, bahwa Indomie harus ditarik dari peredaran paling lambat sebelum tanggal 23 Oktober 2010. Namun, Harmen mengaku kesulitan melakukan penarikan itu karena belum diketahui siapa eksportir mi instan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×