Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli
Dengan demikian, seluruh armada Indonesia AirAsia dipastikan tetap aman dan layak operasi tanpa memerlukan proses rollback apa pun.
“Oleh karena itu, seluruh pesawat Indonesia AirAsia dinyatakan tetap layak dan aman untuk beroperasi, dan tidak memerlukan proses rollback perangkat lunak,” tambah Achmad.
Lebih lanjut, Indonesia AirAsia menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Ditjen Hubud, Airbus, serta AirAsia Aviation Group untuk memastikan seluruh ketentuan keselamatan dipenuhi secara penuh.
Baca Juga: ANA Holdings Resmi Pesan 27 Pesawat Airbus A321neo dan A321XLR
Maskapai juga mengimbau para penumpang untuk terus memantau informasi terbaru melalui aplikasi AirAsia MOVE, fitur AskBo, maupun email terdaftar masing-masing.
Sebelumnya, Airbus memerintahkan perbaikan segera terhadap sekitar 6.000 unit jet A320, yang merupakan lebih dari separuh armada global.
Penarikan besar-besaran ini berpotensi menimbulkan gangguan operasional signifikan menjelang salah satu akhir pekan perjalanan tersibuk di Amerika Serikat dan berbagai negara lain.
Baca Juga: Airbus Kirim Satelit Cuaca MetOp-SG A1 untuk Diluncurkan, Dukung Pantau Iklim Global
Perbaikan tersebut terutama mencakup pengembalian ke versi perangkat lunak sebelumnya (software rollback), dan wajib dilakukan sebelum pesawat dapat kembali terbang.
Sejumlah maskapai di dunia memperkirakan potensi penundaan hingga pembatalan penerbangan akibat prosedur teknis tersebut.
Selanjutnya: Tips Anggaran Mahasiswa: Kelola Keuangan Efektif, Bebas Stres
Menarik Dibaca: 8 Makanan yang Bisa Netralkan Asam Lambung secara Cepat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













