kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.550   50,00   0,29%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Indonesia belum lepas dari impor tekstil


Kamis, 13 Februari 2014 / 15:58 WIB
ILUSTRASI. Kantor PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/02/07/2020


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah dipastikan akan terus membuka keran impor tekstil dan produk tekstil (TPT). Pasalnya, produk tekstil impor masih dibutuhkan perancang model untuk industri busana (fashion) dalam negeri.

"Impor ini dilakukan oleh komunitas fashion," ujar Euis Saedah, Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Kamis (13/2).

Euis mengatakan, Kementerian Perindustrian bertugas untuk mengurangi impor tekstil yang masuk ke dalam negeri. Salah satu cara yang dilakukan yaitu memberikan pasokan tekstil khusus bagi industri fashion di dalam negeri.

"Bagaimana impor ini diisi 5 sampai 10% jadi ke depan impornya sedikit," ungkap Euis.

Selain itu untuk memajukan industri fashion, Kementerian Perindustrian menyiapkan beberapa program kerja untuk bidang gaya dan busana. Salah satunya memenuhi standar kualitas dan teknologi untuk industri fashion

Sepanjang 2013, nilai ekspor tekstil ekspor tekstil mencapai US$ 10,9 miliar. Sementara impor tekstil mencapai US$ 5,6 miliar. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×