kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Indonesia dan Australia Berkolaborasi Kembangkan Tuna


Jumat, 11 Juni 2010 / 11:08 WIB
Indonesia dan Australia Berkolaborasi Kembangkan Tuna


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Karena sama-sama memiliki kepentingan kelautan dan perikanan di perbatasan, Indonesia dan Australia membentuk kerjasama dalam hal pengembangan industri perikanan; salah satunya adalah tuna. Kedua negara membentuk working group yang membahasa sektor keluatan dan perikanan terutama penelitian dan juga pemberantasan illegal fishing.

“Perwakilan dari kedua negara dalam pertemuan tersebut memandang perlu dilakukan penelitian serius mengenai dampak pemakaian purse-seine dan rumpon terhadap stok tuna,” kata Purwanto, Kepala Pusat Riset Perikanan Tangkap Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP). Kerjasama yang mengambil tema Australia-Indonesia Working Group on Marine Affairs and Fisheries tersebut berlangsung selama dua hari 8-10 Juni di Darwin, Australia.

Hasilnya, pertemuan working group itu perwakilan kedua negara juga membahas rencana kerjasama berbagai bidang diantaranya penelitian, pengembangan sumberdaya manusia, karantina, pengawasan mutu, penanggulangan illegal fishing dan pelestarian perairan. Dalam penelitian disepakati adanya klajian atau stok ikan di wilayah penangkapan nelayan tradisional di Pulau Pasir (Ashmore Reef), dan kondisi perikanan purse-seine (jaring lingkar).

“Disepakati juga serta penggunaan alat bantu penangkapan ikan (fish aggregation device) meliputi rumpon terhadap penangkapan ikan tuna,” kata Purwanto.

Purwanto bilang, telah terjadi penurunan suplai tuna di Samudera Indonesia, dengan cirri ukuran ikan tuna yang ditangkap sudah semakin kecil, daerah penangkapan semakin jauh ke selatan. “Kedua negara dalam pertemuan tersebut memandang perlu dilakukan penelitian serius stok tuna tersebut,” jelas Purwanto.

Tidak hanya itu, kedua negara juga melakukan kerjasama dengan Australia Maritim College, Tasmania, dengan Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Jakarta yang saat ini dikemas dalam program “Sister-University.”

“Ternyata banyak hal yang perlu dilakukan bersama oleh kedua negara, Indonesia dan Australia”, kata Ian Thompson, dari Department of Agriculture, Fisheries and Forestry, Australia yang memimpin diskusi pertemuan Australia-Indonesia Working Group on Marine Affairs and Fisheries tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×