Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTNA.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dan Rusia memperkuat kerja sama industri, perdagangan, dan investasi untuk memperdalam kolaborasi strategis di sejumlah sektor prioritas. Penguatan kemitraan ini diarahkan untuk memperkuat struktur industri nasional sekaligus memperluas akses pasar global.
Beberapa sektor yang menjadi fokus pembahasan meliputi industri manufaktur, galangan kapal, petrokimia, farmasi dan alat kesehatan, hingga pengembangan teknologi industri.
Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Vladimirovich Gruzdev di sela rangkaian Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg.
Baca Juga: Kementerian ESDM Pacu Hilirisasi dan Teknologi demi Daya Saing Industri Batubara
“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis jangka panjang dalam pembangunan industri nasional. Kami ingin memastikan seluruh potensi kerja sama yang telah dibahas tidak berhenti pada tataran komitmen,” ujar Faisol dalam siaran resmi, Senin (11/5/2026).
Pertemuan itu menjadi tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada 13 April 2026 di Moskwa yang menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama di berbagai sektor prioritas.
Komitmen tersebut turut diperkuat melalui partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada ajang Industrial International Exhibition (INNOPROM) 2026 yang akan digelar pada 6–9 Juli 2026 di Yekaterinburg, Rusia.
Faisol menilai momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempercepat realisasi berbagai kerja sama strategis yang telah dibahas kedua negara.
Baca Juga: Indonesia dan China Memperkuat Sinergi Teknologi Pertambangan di ICEE 2026
“Momentum partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas investasi, memperkuat kemitraan industri, serta mendorong transfer teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri nasional,” katanya.
Selain penguatan kerja sama perdagangan, kedua negara juga membahas percepatan implementasi sejumlah kesepakatan strategis serta finalisasi Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation sebagai payung hukum kerja sama industri yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













