kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Indonesia Masih Impor 320.000 Induk Udang Vaname


Rabu, 30 Desember 2009 / 13:27 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri

JAKARTA. Sektor perikanan Indonesia ternyata masih bergantung pada luar negeri. Buktinya, sebanyak 320 ribu ekor induk udang vaname untuk kebutuhan budidaya udang masih diimpor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi. Padahal udang merupakan salah satu produk unggulan ekspor Indenesia ke mancanegara.

"Namun tahun 2011 produksi produksi induk vaname jenis Nusantara I bisa mencapai 1,3 juta ekor,” kata Dirjen Perikanan Budidaya, Made L. Nurdjana, (30/12).

Ia menjelaskan, walaupun masih impor induk vaname di tahun 2010, akan tetapi di tahun 2011 dirinya mengharapkan kebutuhan di dalam negeri bisa disuplai dari produksi sendiri.

Dalam merealisasikan hal tersebut, DKP mengoptimalkan dua Pusat Pembenihan Udang Vaname (Broodstock Center) yang memiliki lokasi di Karangasem, Provinsi Bali dan Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Broodstock Center ini menjadi harapan Indonesia untuk menghilangkan ketergantungan Indonesia akan induk udang vaname atau udang windu dari luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×