kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.092   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.068   28,32   0,47%
  • KOMPAS100 795   6,77   0,86%
  • LQ45 604   5,03   0,84%
  • ISSI 210   0,26   0,12%
  • IDX30 341   2,64   0,78%
  • IDXHIDIV20 425   3,10   0,74%
  • IDX80 91   0,70   0,77%
  • IDXV30 116   0,43   0,37%
  • IDXQ30 110   0,84   0,77%

Pesawat Airbus Bakal Menggudang, GMF Bangun Hangar


Rabu, 23 Desember 2009 / 08:01 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. Kejelian mengantisipasi pasar menjadi salah satu andalan PT Garuda Maintenance Facilities (GMF) AeroAsia dalam berbisnis. Lantaran membaca gelagat bakal ada lonjakan kebutuhan jasa perawatan dan perbaikan pesawat-pesawat produksi Airbus, GMF berencana membangun fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO), tahun depan.

Untuk itu, kini GMF sedang berusaha menggandeng PT Angkasa Pura II (AP) untuk menggarap proyek itu. Kalau tak ada kendala, GMF akan membangun hangar tersebut pada akhir 2010 di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. "Kami mengajak AP sebagai calon mitra yang diharapkan bisa memberikan sinergi. AP, kan, penguasa lahan di sana. Lagipula kami sama-sama BUMN. Semoga saja hitungan bisnisnya bisa masuk bagi mereka," kata Direktur Utama GMF Richard Budihadianto, Selasa (22/12).

Menurut Richard, keputusan GMF untuk melibatkan perusahaan lain diluar perbankan dan lembaga keuangan karena GMF masih terus menggodok skema pengembangan hangar tersebut. "Apakah cukup leasing atau sewa saja, ber-partner sama-sama membawa dana dan teknologi, atau cukup kami mendapat financing dari perbankan," kata Richard. Ia menghitung, paling lambat pertengahan tahun depan atau paling cepat kuartal pertama 2010 sudah ada keputusan.

GMF juga tengah menjajaki kemungkinan mendapat kredit dari tujuh bank dan lembaga keuangan untuk proyek tersebut. "Salah satu bank dalam negeri yang kami ajak bicara adalah BNI untuk financingnya saja," katanya.

GMF ingin membangun MRO Airbus karena bakal banyak Airbus beroperasi di Indonesia. Indigo Partner, induk usaha Mandala Airlines, misalnya, berkomitmen membeli 60 unit pesawat Airbus baru. AirAsia, Batavia Air, serta Citilink juga akan mengusung Airbus. “Akan ada 200-an Airbus dioperasikan di Indonesia," kata Richard.

Kini, GMF memiliki hanggar berdaya tampung 12 pesawat. Jika hangar anyar beroperasi, hangar GMF bisa menampung 28 pesawat. Tahun ini, laba usaha GMF hanya mencapai Rp 40 miliar, meleset dari target sebesar tak mencapai target Rp 70 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×